//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Bantah dr RA Cabuli Calon Perawat, Pengacara: Sudah Sesuai SOP

dr RA usai diperiksa di Mapolda Jatim

dr RA usai diperiksa di Mapolda Jatim. (Detikcom)

Anekainfounik.net. Setelah diperiksa sekitar 6 jam di Mapolda Jatim dalam kasus dugaan pelecehan seksual yang kepada calon perawat di National Hospital Surabaya, dr RA alias RZ membantah melakukan perbuatan asusila tersebut.

Ketika keluar dari pintu utama gedung Ditreskrimum Polda Jatim, Surabaya, lelaki lajang tersebut meminta wartawan bertanya ke kuasa hukumnya.

“Saya sudah menyerahkan ke pengacara saya. Silahkan tanya ke Pak Syahrul,” kata dr RA yang mengenakan masker hijau dan topi putih, Selasa (30/1/2018), dilansir Detikcom.

Syahrul Borman, kuasa hukum terlapor yang berada di samping dr RA ini menerangkan kepada wartawan, bahwa hari ini mengantarkan kliennya untuk memenuhi panggilan penyidik sebagai saksi terlapor.

“Ada sekitar 55 pertanyaan. Diantaranya tentang standar operational procedure (pelaksanaan tes calon perawat),” kata Syahrul.

Ia menerangkan, dr RA ditunjuk oleh National Hospital Surabaya untuk menguji tes kesehatan bagia calon perawat atau calon pegawai rumah sakit tersebut. Tidak ada dokter lain yang ditunjuk menguji calon perawat, kecuali dr RA.

Ketika melaksanakan tes kesehatan kepada pelapor, dr RA menjalankan sesuai prosedur.

“Pak dokter sesungguhnya telah melaksanakan sesuai prosedur SOP. Tidak ada yang dilanggar. Jadi pemeriksan yang dilakukan terhadap calon perawat ini sesuai dengan prosedur yang ada di dalam rumah sakit Hospital,” tuturnya.

Apakah saat menguji kesehatan bagi calon perawat, hanya melakukan (memasukkan jari ke alat vital korban) pada pelapor saja.

“Tergantung dari keluhan daripada yang diperiksa. Pelapor mengeluh ada keputihan, sehingga ada pemeriksaan di bagian duburnya maupun bagian luar vagian. Atas izin yang bersangkutan, dilakukanlah pemeriksaan di bagian dubur dan bagian luar vagina,” tuturnya.

Ia menambahkan, dr RA tahu bahwa calon perawat adalah masih gadis, sehingga ketika ada keluhan keputihan, hanya dilakukan pemeriksaan terhadap duburnya dan bagian luar vagina.

“Jari memang dimasukkan, bukan di vaginanya, tapi di duburnya. Karena yang bersangkutan masih gadis, masih perawan, tidak boleh menyentuh vagian. Jari dimasukkan melalui dubur pakai sarung tangan karet, tidak dilakukan dengan tangan telanjang,” jelasnya.

Ditanya kenapa pada saat memeriksa bagian vagina dan tubur calon perawat tersebut tidak ada perawat yang mendampingi dr RA.

“Dokter sudah minta perawat. Cuman perawat ada kepentingan lain ke luar ruangan. Pada saat kejadian, perawat tersebut keluar sendiri, bukan atas permintaan dokter,” jelasnya.

Sebelumnya, ZY, seorang gadis warga Karangpilang Surabaya melaporkan ke Polda Jatim pada 23 Agustus 2017 lalu. Dia melaporkan dr RA atas dugaan pelecehan seksual, ketika korban menjalani tes kesehatan calon perawat di National Hospital Surabaya. Korban merasa dilecehkan, karena jari dr RA dimasukkan ke alat vitalnya.

Hari ini, penyidik Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Jatim memanggil pelapor maupun terlapor dalam jam yang berbeda.

Korban memenuhi panggilan sebagai saksi pelapor pada pagi hingga pukul 10.00 wib. Sedangkan dr RA dipanggil sebagai saksi terlapor mulai pukul 11.15 wib hingga pukul 17.15 wib.

Pengakuan Korban

Korban berusia 23 itu menjelaskan, kejadian itu berawal dari saat masuk menjadi seorang calon perawat. Saat itu tengah mengikuti semua tes kesehatan yang menjadi syarat masuk di rumah sakit tersebut. Namun, tanpa ada pendampingan dari pihak rumah sakit untuk menjalani tes di laboratorium yakni tes darah dan urine.

Usai tes pertama ini, ZY mengaku menjalani tes kedua dengan masuk ke ruang radiologi harus difoto Selanjutnya masuk ke ruang medical klinik utama, seperti ruangan lainnya yang banyak perawat. Kemudian, menjalani pemeriksaan tensi, berat dan tinggi badan.

Selesai semuanya itu, warga Karangpilang ini masih saja banyak tes yang dijalani. Yang kemudian dibawa oleh perawat lainnya ke ruang dokter.

ZY, korban pelecehan dokter National Hospital

ZY, korban pelecehan dokter National Hospital. (Istimewa)

“Perawat yang membawa saya itu masuk ke dalam ruangan dokter terlebih dahulu. Saya sendiri berada di luar bersama dua orang laki-laki (calon perawat). Tidak lama, perawat dan dokter itu keluar memanggil, memanggil dua orang laiki-laki itu,” kata ZY kepada wartawan, di Polda Jawa Timur, Sabtu (27/1), dilansir dari merdeka.com .

Dia mengatakan, setelah kedua calon perawat itu selesai diperiksa, gilirannya masuk ke dalam ruangan. Tapi, begitu dia masuk ke dalam, semua ruangan ditutup. Tirai ruang pemeriksaan yang ada di dalam juga ikut ditutup. Saat itu dokter RZ meremas payudaranya.

“Dokter yang periksa itu bilang ditensi dulu. Tapi, dalam hati nurani saya, tensi kok tidak bawa alatnya. Setelah itu saya diminta untuk telentang,” ujar dia.

Selama melakukan perbuatan cabul itu korban mengaku diajak mengobrol pelaku. Perbuatan tak senonoh pelaku sempat diprotes oleh korban.

“Setelah saya tanya kenapa memegang selama itu? katanya untuk periksa adanya nanah yang ada di puting,” tutur ZR.

Dia mengungkapkan, kondisinya sempat ditanyakan saat diperiksa oknum dokter tidak bertanggung jawab itu. Menurut dia, dokter itu seperti menanyakan soal pernah mengalami keputihan.

“Iya saya jawab pernah,” ucap dia.

Mendengar dari jawabannya, kata ZY, dokter itu langsung berdalih untuk memeriksa alat kelaminnya. Menurut dia, dokter itu mengatakan pemeriksaan tersebut diperlukan untuk mengetahui apakah ada kotoran atau tidak di alat kelamin korban.

Pemeriksaan terkait alat kelamin itu sempat ditanyakannya. Namun dokter tersebut hanya menjelaskan calon perawat yang masuk dan diterima di Rumah Sakit National Hospital itu memang benar sehat.

“Dokternya (RZ) menjawab, kalau tidak memeriksa, ada apa-apa bagaimana? Yang dimarahi itukan saya (RZ),” kata korban menirukan perkataan oknum dokter RZ.

ZY mengaku saat itu tidak bisa berbuat banyak. Korban mengaku tak bisa melawan takut dikira melakukan kekerasan.

“Iya bagaimana lagi, akhirnya saya terpaksa mau (kelamin dimasuki dengan jari). Lagian juga tidak bisa berbuat banyak, tirai ditutup, pintu juga ditutup, tidak ada orang.

Dari kasus itulah, ZY akhirnya melaporkan ke kantor polisi. Saat ini proses penanganannya sendiri masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan. Bahkan, penyidik polisi yang menangani juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap dokter yang dilaporkan.

Namun, pemeriksaan saat itu statusnya masih sebatas sebagai saksi. “Minggu depan itu akan kita lakukan gelar perkara. Untuk mengambil langkah-langkah dari penyidik yang menanganinya. Seperti apa dan bagaimana kasusnya? Nanti dari gelar perkara itu akan bisa diketahui,” kata Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Agen Bola

Berita Terbaru: Aneka Info Unik

Kami tidak dapat memuat data blog saat ini.

Iklan
%d blogger menyukai ini: