//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Ganti Jalan Buncit Jadi AH Nasution, Anies Ingin Bangkitkan Sentimen Anti China?

Anies Baswedan saat berpidato soal pribumi

Anies Baswedan saat berpidato soal pribumi. (Liputan6.com)

Anekainfounik.net. Sejarawan Betawi JJ Rizal menolak rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengganti nama Jalan Warung Buncit Raya dengan Jalan Jenderal Besar AH Nasution. Anies Baswedan dinilai ingin membangkitkan sentimen anti China serta mewacanakan kebangkitan pribumi yang menjadi tagline pidato Anies di hari pertamanya menjabat gubernur DKI.

Setiap nama jalan ataupun wilayah di Jakarta, kata Rizal, memiliki latar belakang dan filosofinya. Penamaan wilayah Warung Buncit ini menjadi tanda bahwa toleransi antar masyarakat sudah terjadi sejak dulu. Buncit adalah nama seorang keturunan Cina namun dipakai sebagai nama wilayah.

“Ini menjadi pengingat saat sentimen anti Cina mengemuka. Kita itu berdiri sampai sekarang karena toleransi,” jelas Rizal, Selasa (30/01/2018), dilansir anekainfounik.net dari Detikcom.

Selain itu, dia melanjutkan, di dekat Warung Buncit terdapat nama Mampang yang merupakan nama salah satu jenis pohon. Menurut lelaki yang pernah menjadi kolomnis sejarah Batavia-Betawi-Jakarta di MOESSON (majalah Internasional yang berpusat di Belanda), pohon ini banyak terdapat di daerah tersebut puluhan tahun silam. Penamaan nama Mampang menunjukkan bahwa sebuah kota seperti Jakarta membutuhkan kawasan hijau.

“Nama-nama ini adalah pengingat sejarah dan peruntukkan lahan. Mampang telah menjadi nama jalan yakni Jalan Mampang Prapatan. Pemerintah harusnya memahami kepentingan di balik nama-nama ini,” papar peraih Anugerah Budaya Gubernur DKI Jakarta pada 2009 itu.

Sebelumnya diberitakan Walikota Jakarta Selatan telah melanjutkan usulan Ikatan Keluarga Nasution agar nama Jalan Mampang Prapatan menjadi Jalan Jenderal Abdul Haris Nasution kepada Gubernur Anies Baswedan.

Kepada pers, Anies menyatakan sedang mengkaji usulan tersebut. Ia pribadi menyebut Nasution sebagai tokoh penting di dalam pengamanan Pancasila. Namun salah satu jenderal TNI yang menjadi sasaran dalam Gerakan 30 September 1965 itu justru belum dikenang sebagai nama jalan.

“Nama jalan menjadi simbol dalam mengingat peran besar yang bersangkutan. Dan pada masa-masa kritis, AH Nasution mengambil peran yang penting,” ujarnya.

Tapi Rizal melalui twitternya tetap menolak agar usulan Ikatan Keluarga Nasutionitu dibatalkan. “pak @aniesbaswedan mohon batalkan rencana perubahan nama jalan yg mengacu pd nama2 kampung betawi ini dgn nama baru, ini sama saja bpk membiarkan penghilangan memori warga betawi,” cuit Rizal.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: