//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Dicegah ke Luar Negeri, Zumi Zola Segera Jadi Tersangka KPK

Zumi Zola meninggalkan gedung KPK usai diperiksa

Zumi Zola meninggalkan gedung KPK usai diperiksa. (Tribunnews.com)

Anekainfounik.net. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melayangkan surat pencegahan untuk Gubernur Jambi Zumi Zola kepada Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Adapun, pada Rabu (31/1/2018), penyidik KPK telah melakukan penggeledahan di rumah dinas Zumi Zola.

Pencegahan tersebut untuk kebutuhan penyidikan kasus suap proses pengesahan anggaran APBD Pemprov Jambi tahun anggaran 2018.

“Alasan pencegahan adalah karena keberadaan beliau diperlukan terkait proses penyidikan kasus korupsi menerima hadiah atau janji terkait proyek-proyek di provinsi Jambi,” ucap Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi, Agung Sampurno, saat dihubungi wartawan, Rabu, dilansir anekainfounik.net dari Kompas.com.

KPK pun diyakini segera mengumumkan status hukum Zumi Zola sebagai tersangka baru kasus tersebut. KPK segera mengumumkan hal ini beberapa hari ke depan.

“Hasil resminya segera kita umumkan beberapa hari ke depan. Sabar,” ucap Wakil Ketua KPK Saut Situmorang ketika ditanya apakah Zumi sudah berstatus tersangka di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (31/1/2018).

Saut mengamini bila penggeledahan dilakukan berarti sudah masuk tahap penyidikan.

“Normatifnya kalau geledah sudah tahap?” tanya Saut ke wartawan.

“Penyidikan,” jawab wartawan.

Zumi sendiri mengaku sedang tidak berada di Jambi.

“Saya kurang mengetahui (soal status tersangka),” kata Zumi Zola melalui pesan singkat, Rabu.

“Saya mendapatkan kabar penggeledahan dari berita media sosial. Tidak (ada di rumah dinas). Saya sedang dinas di Jakarta,” imbuh Zumi.

Sebelumnya, Zumi juga sempat diperiksa KPK pada 5 Januari 2018 sebagai saksi untuk tersangka Saifudin, yang merupakan Asisten Daerah III Pemprov Jambi, dalam kasus dugaan suap ‘duit ketok’ APBD Jambi. Setelah diperiksa, saat itu Zumi menyatakan telah mengklarifikasi seluruh pertanyaan penyidik.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka, yakni anggota DPRD Jambi Supriono, Plt Sekda Pemprov Jambi Erwan Malik, Plt Kadis PU Arfan, dan Asisten Daerah III Pemprov Jambi Saifudin.

KPK menduga ada ‘duit ketok’ yang digunakan untuk memuluskan pengesahan APBD 2018. Duit yang diduga berasal dari rekanan Pemprov Jambi ini dimaksudkan agar anggota DPRD Provinsi Jambi menghadiri rapat pengesahan APBD Jambi 2018. Total ada Rp 4,7 miliar yang diamankan KPK dari jumlah yang seharusnya Rp 6 miliar.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Agen Bola
Iklan
%d blogger menyukai ini: