//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Di Tablig Akbar, Anies Kembali Sebut Kata-kata Lebih Penting dari Kerja

Anies Baswedan mengangap kata-kata lebih penting dari kerja

Anies Baswedan mengangap kata-kata lebih penting dari kerja. (Liputan6.com)

Anekainfounik.net. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali menekankan lebih penting menata kata-kata dibandingkan bekerja. Saat berbicara di depan jemaah Tabligh Akbar Aliansi Perempuan Indonesia, Anies berkata hal demikian saat membicarkan sosok RA Kartini.

“Banyak orang bilang kata-kata nggak penting, yang penting kerja. Bapak-Ibu sekalian, kata-kata itu karya dari seorang Kartini dan konsekuensinya muncul kerja hebat dari kata-kata,” kata Anies di Masjid Jakarta Islamic Center, Koja, Jakarta Utara, Sabtu (10/2/2018), dilansir anekainfounik.net dari Detikcom.

Anies menegaskan kata-kata itu mempunyai implikasi positif bagi masyarakat. Bagi Anies, kata-kata itu bisa menginspirasi.

“Ustazah keluarnya kata-kata, kitab-kitab isinya kata-kata, jangan pernah meremehkan kata-kata, karena kata-kata itu menginspirasi dan menggerakkan, menghasilkan karya yang besar,” ujarnya.

Ini bukan pertama kali Anies berbicara pentingnya kata-kata dibandingkan kerja seusai dirinya menjadi gubernur DKI Jakarta. Hal demikian juga dikatakannya saat meluncurkan Sistem Integrasi Dokumen Kependudukan (Si Dukun) 3 in 1 di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Budi Kemuliaan, Jakarta Pusat, Jumat (2/2/2018).

Saat itu, Anies kembali mengaitkan kata-kata dengan sosok RA Kartini.

“Yang menarik, tolong garis bawahi, RA Kartini tidak pernah menjadi bidan. RA Kartini tidak pernah mendidik bidan, RA Kartini menuliskan pikiran dengan kata-kata,” kata Anies, dilansir dari Kompas.com.

Menurut Anies, ini merupakan bukti kekuatan kata-kata. Kata-kata RA Kartini yang terangkum dalam buku itu mengilhami perkumpulan Budi Kemuliaan untuk membuat rumah sakit.

Anies menyinggung banyak yang meremehkan kekuatan kata-kata pada akhir-akhir ini. Banyak yang hanya mementingkan kerja.

“Hari ini sering sekali kita menganggap yang penting kerja, kata-kata tidak penting. Saudara sekalian, RA Kartini adalah bukti paling otentik bahwa Budi Kemuliaan hadir karena kekuatan kata-kata. Jangan pernah remehkan kekuatan kata-kata,” kata Anies.

Sebelumnya, saat memberi sambutan di acara deklarasi Gerakan Kebangkitan Indonesia di Is Plaza, Jalan Pramuka Raya, Minggu (7/1/2018), Anies juga menekankan pentingnya kata-kata.

“Saya khawatir dengan akhir-akhir ini kecenderungan menganggap kata-kata tidak penting. Kalau kata-kata tidak penting, seluruh media tak perlu lagi kerja karena isinya kata-kata,” ujar Anies kala itu, dilansir dari jurnalpolitik.id.

“Kalau hanya kerja saja tanpa gagasan, tanpa narasi, maka…,” lanjut Anies.

Ucapan Anies sempat terpotong oleh tepukan tangan dan tawa para peserta. Peserta yang hadir ada yang spontan mengatakan “kerja, kerja, kerja”.

“Enggak, ini saya memang betul ini, bahwa karya itu harus ada narasinya. Dan narasi itu harus ada gagasannya tiga level. Gagasan, narasi, kerja karya,” ujar Anies.

Anies menegaskan kata-kata membuat orang tercerahkan. Itu sebabnya kata-kata menjadi penting. Apalagi dalam hal penyampaian gagasan.

“Karena itu kita harap Jakarta ini dimulai gagasan. Gagasan, kata-kata, bernarasi, kemudian karya kerja,” ujar Anies.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: