Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Viral Foto Screenshoot Video Anak Diseret Ibunya Pakai Motor di Klaten

Anak diseret ibunya sendiri pakai motor

Anak diseret ibunya sendiri pakai motor. (Facebook/Yuni Rusmini)

Anekainfounik.net. Sebuah foto screenshot dan video rekaman CCTV yang menunjukkan seorang ibu menyeret anaknya dengan sepeda motor viral di media sosial. Kejadian ini diunggah oleh akun Facebook Yuni Rusmini pada Jumat (9/2/2018)

“Di duga depresi seorang ibu tega menyeret anak perempuan nya berumur 5 tahun dengan menggunakan sepeda motor. Terpantau CCTV,” tulis Yuni dalam postingannya.

Yuni menuliskan kejadian di foto itu terjadi pada Kamis (8/2) sekitar pukul 17.30 WIB. Lokasinya di Balong, Paseban, Bayat, Klaten.

“Setelah menyeret anaknya tsb, sang ibu kabur dan menabrak orang yang sedang karambol di Desa Melikan, Wedi, Klaten(sekitar Ayu Swalayan). Kasus ini sudah ditangani Polsek Bayat & Polsek Wedi Klaten,” tulisnya.

Dalam postingan itu juga disertakan 3 foto. Yaitu screenshoot rekaman CCTV, foto saat korban ditolong warga dan korban sedang duduk dipangku dengan kondisi mengalami luka di kedua lutut kakinya.

Yuni juga memberikan pesan agar tidak mudah emosi dan menyakiti anak.

“#cepet sembuh ya nduk…..Amin yarroball alamin. #mari belajar dari kisah Ini, semarah, se emosi apapun jgn sakiti Anak Kita. Klu sdh begini , APA yg Kita dapat???? Anak Sakit Dan trauma, senangkah Kita????? Jgn ditiru Ini adlh tdk baik Dan salah,” tutupnya.

Kapolres Klaten, AKBP Juli Agung Pramono, saat dimintai konfirmasi , mengatakan kasus tersebut tidak dilaporkan ke polisi. Meski demikian, pihaknya sudah mengumpulkan data.

“Itu nggak dilaporkan ke polisi, tapi kita mengumpulkan data dan mengecek kebenaran-kebenaran,” ujar Juli Agung Pramono.

Usai melepaskan si anak, perempuan tersebut mengalami kecelakaan.

“Terus dia kabur ke arah Wedi, Desa Melikan itu,” katanya.

Sebelumnya perempuan ini terlebih dulu melepaskan si anak yang sempat diseretnya. Para tetangga langsung menyelamatkan anak tersebut.

“Kalau si S setelah ngebut arah Melikan, menabrak orang dua. Nggak ada yang luka parah, cuma nabrak,” imbuhnya.

Karena korban kecelakaan itu mengetahui kondisi S yang menderita depresi, mereka akhirnya berdamai.

Sedangkan si anak yang telah diselamatkan para tetangganya langsung dibawa ke rumah sakit. Tidak ada luka serius yang dialaminya sehingga anak perempuan tersebut bisa langsung pulang.

“Anaknya Cuma lecet-lecet biasa. Ke rumah sakit diobati. Terus dibawa pulang,” kata Juli.

Ditanya berkait penanganan kasus ini, Juli menegaskan, bahwa orang yang mengalami gangguan jiwa tidak bisa diproses hukum.

“Nggak dilaporkan (kejadian itu), itu kan antara ibu dan anak. Nggak ada yang lapor, suaminya atau ayah dari anak itu juga nggak lapor. Itu kan stres, tetangga dan keluarganya sudah tahu kalau dia (S) itu stres. Orang stres, gila kan nggak bisa diproses (hukum),” jelasnya.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
Iklan
%d blogger menyukai ini: