//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Polisi Belum Ungkap Pelaku Pembunuhan 1 Keluarga di Tangerang

Pembunuhan sekeluarga di Taman Kota Permai Periuk, Tangerang

Pembunuhan sekeluarga di Taman Kota Permai Periuk, Tangerang. (Istimewa)

Anekainfounik.net. Polres Tangerang terus menyelidiki kasus pembunuhan satu keluarga di Perumahan Taman Kota Permai Periuk, Kota Tangerang. Termasuk kabar kedatangan mantan suami Ema dan pacar Nova ke rumah korban sebelum kasus itu terjadi.

“Informasi itu kami dalami,” kata Kapolres Metro Tangerang Komisaris Besar Harry Kurniawan di RS Polri, Kramatjati, Selasa (13/2/2018).

Ema, 40 tahun dan dua puterinya, Nova (19) dan Tiara (11) menjadi korban pembunuhan di rumahnya pada Senin, 12 Februari 2018. Ketiganya ditemukan di kamar depan rumah mereka dalam kondisi berpelukan. Sedangkan Muktar Effendi atau Pendi, 55 tahun, suami Ema, ditemukan luka serius akibat tusukan di kamar belakang dengan luka di bagian badan, perut, dan kepalanya.

Laki-laki itu kini dirawat di Rumah Sakit Polri, Kramatjati, Jakarta Timur. Polisi belum mengungkapkan siapa pelaku pembunuhan Emma dan kedua anaknya tersebut.

Namun, saat dijenguk Kapolres Metro Tangerang Kota Komisaris Besar Harry Kurniawan, Effendi tampak menggumamkan sejumlah kata yang terbilang ”janggal”.

“Kondisinya masih sangat lemah sekali dan tidak memungkinkan untuk diajak komunikasi. Saya tadi mengajak komunikasi, yang terucap hanya merasa lemas, minta maaf dan istighfar,” kata Harry.

Terkait kasus pembunuhan ini, Harry mengakui belum bisa menyimpulkan, apakah luka tusuk di bagian tubuh Efendi merupakan aksi bunuh diri atau bukan.

Dia hanya menyampaikan, hingga kekinian, status Efendi masih sebagai saksi mahkota, karena dianggap melihat langsung peristiwa pembunuhan yang dialami Emma dan dua putri kandungnya.

“Kami masih dalami. Yang jelas saksi korban, saksi mahkota ini masihlah, dan ada luka-luka di leher dan di perut dan kondisinya cukup parah,” tuturnya.

Guna mempercepat penyelidikan kasus ini, kata Harry, polisi telah meminta tim dokter RS Polri untuk bisa menyegerakan proses pemulihan Efendi.

Setelah pulih, lanjutnya, polisi juga akan meminta ahli untuk memeriksa kejiwaan suami siri Emma tersebut.

“Kami berkoordinasi dengan dokter dari RS Polri akan diteliti baik dari bedah operasi maupun tes psikologi tes kejiwaannya saksi korban tersebut,” katanya.

Harry menambahkan, Efendi terpaksa dipindahkan ke RS Polri agar bisa mendapatkan perawatan intensif dan mempermudah pemeriksaan dalam kasus tersebut.

Harry menjelaskan pihaknya memeriksa tujuh saksi terkait kasus ini, antara lain tetangga dan anggota polisi yang masuk pertama kali ke rumahnya.

Sebelum ditemukan tewas, sebagian warga mendengar keributan yang diduga karena cekcok mulut antara Ema dengan Efendi dalam rumah sekitar pukul 03.00 WIB. Tetangga menyebut keluarga tersebut sudah tinggal di tempat itu sekitar setahun dan kedua pasangan suami istri tersebut berprofesi sebagai pedagang pakaian.

Jenazah Eman, Novi dan Tiara yang jadi korban pembunuhan satu keluarga, Selasa pagi ini diotopsi di RSUD Tangerang.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Agen Bola
Iklan
%d blogger menyukai ini: