Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Usai Wajibkan Pramugari Berhijab, Bupati Aceh Besar Larang Valentine’s Day

Bupati Aceh Besar, Ir Mawardi Ali

Bupati Aceh Besar, Ir Mawardi Ali. (Tribun Aceh)

Anekainfounik.net. Bupati Aceh Besar Mawardi Ali kembali mengeluarkan kebijakan kontroversi. Kini, ia mengeluarkan imbauan larangan perayaan Valentine’s Day di wilayahnya. Jika ada yang merayakan, maka akan berhadapan dengan Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH/Polisi Syariah) setempat. Sebelumnya, Mawardi mewajibkan maskapai penerbangan yang mendarat di Aceh untuk berjilbab. Setelah itu juga melarang salon mempekerjakan LGBT.

Dilansir anekainfounik.net dari detikcom, Surat edaran bernomor 451/882/2018 itu ditujukan kepada camat se-Kabupaten Aceh Besar, para kepala sekolah dan pengelola hotel/restoran cafe dalam wilayah Aceh Besar. Dalam surat yang diteken pada 9 Februari lalu tersebut, terdapat dua poin penting dan lima sub poin.

Pada poin pertama, tertuang penjelasan alasan pelarangan perayaan Valentine’s Day di Tanah Rencong. Bupati menilai, perayaan hari kasih sayang tersebut bertentangan dengan budaya Aceh yang menerapkan syariat Islam. Point pertama berbunyi:

Valentine’s Day atau hari kasih sayang yang dirayakan setiap tanggal 14 Februari adalah budaya yang bertentangan dengan syariat Islam dan UU Nomor 44 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Provinsi Daerah Istimewa Aceh, serta Qanun Provinsi Aceh Nomor 11 tahun 2002 tentang Pelaksanaan Syariat Islam di bidang aqidah, ibadah dan syiar Islam. Dan haram hukumnya untuk dirayakan.

Pada poin kedua, bupati meminta agar masyarakat melapor kepada petugas Satpol PP dan polisi syariah jika menemukan perayaaan Valentine’s Day. Sementara kepala sekolah diminta untuk mengawasi para siswa agar tidak ada yang merayakan Valentine’s Day.

“Kepada seluruh warga di Aceh Besar untuk tidak merayakan Valentine’s Day dan melaporkan segala bentuk pelanggaran kepada Satpol PP dan WH Kabupaten Aceh Besar,” isi sub poin a.

“Kepada Satpol PP dan dan WH dan para camat di lingkungan Kabupaten Aceh Besar agar mengawasi setiap kegiatan yang melanggar Syariat Islam, adat istiadat, dan norma masyarakat Aceh,” tulis bupati dalam sub poin e.

Mawardi mengirim tembusan surat itu kepada gubernur Aceh, Ketua DPRK Aceh Besar, Ketua MPU Aceh Besar, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, Ka Satpol PP dan WH Aceh Besar serta Kakan Kemenag Aceh Besar. Surat tersebut kini sudah diedarkan dan pihak terkait melakukan sosialisasi.

“Kita sudah menerima surat imbauan larangan perayaan valentine dari bupati. Kita akan lakukan sosialisasi tidak boleh ada perayaan valentine pada tanggal 14 besok,” kata Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Besar, Carbaini saat dimintai konfirmasi, Selasa (13/2/2018).

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
Iklan