Iklan
//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Bebas Keluar Lapas, Fuad Amin Kerap Kunjungi Rumah Mewah di Dago

Fuad Amin saat menjalani sidang

Fuad Amin saat menjalani sidang.
(Liputan6.com)

Anekainfounik.net. Mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin, yang telah divonis hukuman 13 tahun penjara di kasus korupsi dan pencucian uang, ternyata bebas keluar dari Lapas Sukamiskin dengan izin berobat. Belum lama ini, Fuad Amin terlihat mengunjungi rumah mewah di kawasan Dago, Bandung.

Dilansir anekainfounik.net dari Detikcom, pria 69 tahun yang dihukum karena pencucian uang Rp 414 miliar itu kerap singgah di rumah mewah yang berada di Jalan Ir H Djuanda Nomor 175, Bandung. Rumah mewah itu dominan berwarna krem dengan pagar cokelat dan memiliki dua lantai.

Saat dikunjungi pada Rabu (14/2) siang hari ini, terlihat dua buah mobil terparkir di halaman rumah. Satu mobil SUV berwarna putih berada di bagian depan dan sebuah mobil MPV berwarna sama di bagian belakang. Tampak juga tiga orang lalu-lalang di halaman rumah yang berada di pinggir jalan utama tersebut.

Seseorang yang keluar dari dalam rumah mengonfirmasi bahwa rumah itu beberapa kali didatangi Fuad Amin. Kunjungan terakhir disebut sekitar dua bulan lalu. Namun, dari informasi yang diterima, Fuad Amin mengunjungi rumah itu beberapa hari lalu.

Rumah mewah di Dago Bandung yang kerap dikunjungi Fuad Amin

Rumah mewah di Dago Bandung yang kerap dikunjungi Fuad Amin. (Detikcom)

Kalapas Sukamiskin Dedi Handoko, yang dimintai konfirmasi soal keberadaan Fuad Amin di Bandung, mengatakan pria yang terkena operasi tangkap tangan KPK itu sekitar sepekan lalu minta izin ke luar lapas selama 1×24 jam untuk ke Surabaya, dengan alasan orang tua sakit. Fuad Amin juga disebut sering minta izin keluar untuk berobat.

“Kemarin dia ke Surabaya, orang tuanya sakit, kemudian sering berobat juga,” kata Dedi saat dihubungi, Rabu (14/2/2018).

Soal izin keluar Fuad Amin hari ini, Dedi mengaku belum tahu. Namun dia memastikan setiap izin keluar yang diajukan Fuad Amin sesuai prosedur dan selalu dengan pengawalan. Dedi juga memastikan Fuad Amin tidak sedang menjalani asimilasi.

“Sesuai prosedur. Iya, iya betul, yang kawal 1 (dari lapas) dan dari polisi 1,” ujar Dedi.

Sementara, KPK berharap proses pembinaan terhadap narapidana (napi) seharusnya sesuai aturan. Terlepas dari itu, KPK sebenarnya sudah tidak memiliki kewenangan terkait Fuad Amin.

“Setelah jadi terpidana dan dilakukan eksekusi ke lapas, maka hal seperti itu jadi kewenangan lapas. Kewenangan KPK selesai saat jaksa lakukan eksekusi,” ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Rabu (14/2/2018).

“Kami harap proses pembinaan terhadap napi dilakukan sesuai aturan,” imbuh Febri.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan
Iklan
%d blogger menyukai ini: