//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Saat Keinginan Sohibul Iman Jadi Cawapres Jokowi Ditentang Kader PKS

Poster PKS Partaiku Jokowi Capresku

Poster PKS Partaiku Jokowi Capresku. (Istimewa)

Anekainfounik.net. Belakangan ini viral potongan video pidato Presiden PKS Sohibul Iman menyebutkan bahwa partainya siap berkoalisi di pilpres 2019 untuk mengusung Jokowi menjadi presiden dan wakilnya adalah dirinya.

Dalam video yang beredar luas di Youtube, ohibul mengatakan ada dua tokoh capres 2019 yang muncul belakangan ini, yakni Presiden Joko Widodo alias Jokowi dan Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya Prabowo Subianto. Lalu, ada nama anak sulung Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY, yang belakangan masuk dalam sejumlah lembaga survei.

“Kalau yang dua (Jokowi dan Prabowo), sudah pasti targetnya capres. Kalau AHY ini, memang kalau mujur ingin jadi capres, tapi setidak-tidaknya jadi cawapreslah,” kata Sohibul dalam video dikutip anekainfounik.net, Minggu (18/2/2018).

Setelah membahas capres 2019, Sohibul menyinggung dukungan PKS untuk Jokowi. Sohibul menjelaskan, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) selaku partai pengusung Jokowi sedang mencari cawapres untuk mendampingi Jokowi.

Ia mengklaim ada beberapa orang mengantre untuk digandeng Jokowi. Menurut koran Harian Terbit, ucap Sohibul, 17 orang mengantre menjadi pendamping Jokowi. Jumlah cawapres bertambah bila PKS turut menyodorkan nama kepada mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

“Nah, kalau kita masuk jadi cawapresnya Pak Jokowi, kita berarti di urutan ke-18. Tapi jangan pesimistis. Siapa tahu Pak Jokowi melihat ini PKS kayaknya potensial paling atas,” ujarnya.

Tak hanya video, belakangan ini juga beredar poster bertuliskan ‘PKS Partaiku Jokowi Capresku’ di media sosial. Poster berlatar warna abu-abu itu menampilkan logo PKS dan foto Presiden Joko Widodo dalam posisi hormat. Selain itu, ada pula tulisan #Capres2019.

Tentu saja niat Sohibul menjadi cawapres Jokowi mengundang reaksi negatif dari kader PKS sendiri. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah merasa malu mendengar pidato tersebut.

“Saya pagi2 beristigfar kepada Allah, malu mendengar pidato presiden partai yang saya banggakan seperti ini. Tampak sekali pandangannya materialistis. Politik tidak dilihat dengan Bashirah, mata batin yang tenang dan berwibawa. Astagfirullah…. #KaderSedih,” tulis Fahri lewat akun Twitter @Fahrihamzah pada Sabtu pagi, 17 Februari 2018.

Selain itu, kader PKS juga membuat petisi di change.org berjudul “MSI harus mundur dari Jabatan Presiden PKS” untuk menentang keinginan Sohibul menjadi cawapres Jokowi. Petisi tersebut diprakarsai Salim Assegaf dan ditujukan kepada Ketua Majelis Syuro PKS, Pengurus PKS se Indonesia, kader dan simpatisan PKS, dan Umat Islam di Indonesia.

Sohibul Iman kemudian meluruskan penggalan video yang tersebar luas. Dia meminta pidatonya disimak secara utuh.

“Baca yang lengkap seperti ini,” kata Sohibul, Minggu (18/2/2018) sambil menyertakan tautan video lengkap dan pidato lengkapnya.

Sementara itu, Wasekjen PKS Mardani Ali Sera juga menegaskan pernyataan Sohibul di video yang dipotong itu bukanlah intinya. “Itu pengantar,” ujar Mardani saat dihubungi terpisah.

“Ada upaya penyebaran potongan video malah menyolidkan kader PKS bahwa ada upaya mengarahkan PKS mendukung pak Jokowi,” tambahnya.

Soal poster, PKS mengatakan poster itu bukan dari mereka dan merupakan suatu kebohongan.

“Itu bohong dan fitnah pada PKS,” kata Mardani.

Mardani bertanya-tanya siapa gerangan yang menyebarkannya. “Kami, semua pengurus bertanya siapa yang menyebarkan?” ujarnya.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: