//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Curang Tanpa Tender, Rumah DP Rp 0 Dilaporkan ke KPPU dan KPK

Anies Baswedan melihat maket rumah DP Rp 0

Anies Baswedan melihat maket rumah DP Rp 0. (Liputan6.com)

Anekainfounik.net. Setelah dikritik karena cicilannya tak bisa menjangkau warga berpenghasilan rendah, program hunian dengan DP Rp 0 gagasan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies-Sandi menuai masalah baru karena diduga melanggar hukum.

Proyek rusunam di Kawasan Klapa Village, Pondok Kelapa, Jakarta Timur tersebut.yang dibanggakan Anies sebagai bentuk keberpihakan dilaporkan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan KPK atas dugaan persekongkolan dalam proses pengadaan barang dan jasa.

Menurut Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) melaporkan proyek tersebut ke KPPU pada Rabu (21/2/2018) siang. Setelah itu, KAKI akan melaporkan ke KPK pada Senin 26 Februari 2017 mendatang.

Menurut Ketua Umum KAKI Arifin Nur Cahyono, ada kejanggalan dalam proses penunjukkan kontraktor yang akan membangun rumah lapor DP Rp 0 di Pondok Kelapa Jakarta Timur. PT Totalindo Eka Persada Tbk dipilih tanpa ada proses tender.

KAKI menduga hal itu merupakan persekongkolan tender yang dilakukan Dinas Perumahan Pemprov DKI Jakarta dengan sang kontraktor.

“Kami dari KAKI, tadi melaporkan proses pembangunan DP Rp 0 persen itu tanpa tender dengan nilai Rp 600 miliar. Jadi kami menduga ada pelanggaran di situ karena tidak ada proses tender,” ujar Arifin, di Gedung KPPU, Jakarta, Rabu (21/2/2018), seperti dilansir anekainfounik.net dari Liputan6.com.

Ia menyatakan segala yang segala yang dibiayai oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan instansi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lain tetap harus melalui tender di atas Rp 50 juta. Persengkongkolan yang ia maksud tercantum dalam Pasal 19 Undang-Undang nomor 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

“Mereka beralasan dengan penunjukan Ke PT Sarana Jaya dan menurut KEPPRES pengadaan 83 tetapi segala yang dibiayai oleh BUMD dan instansi SKPD lain tetap harus lalui tender di atas Rp 50 juta. Jadi kami laporkan ke KPPU dan mereka terima laporan kami. Dan KPPU akan mencari UU tentang persengkokolannya berdasarkan UU Nomor 5 tahun 1999,” kata dia.

Menurut KAKI, proyek itu juga melanggar aturan lain seperti ketentuan pasal 99 (1) dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), UU Persaingan Usaha no 5 tahun 1995 terkait tender dan Keppres tentang pengadaan nomor 80 tahun 2003.

Saat ditanya mengenai apakah ada laporan lain yang ingin dilapor, Arifin menuturkan pada Senin besok ia akan pergi ke KPK.

“Senin kami akan ke KPK karena inikan administrasinya saja yang ke KPPU, untuk tindakan-tindakan kecurangan atau entah ada dugaan suap kita ke kpk langsung. Bukti kami serahkan enggak banyak, paling itu saja pemberintaan yang sudah berjalan,” kata dia.

Apalagi, Totalindo yang bekerjasama dengan PD Sarana Jaya dianggap memiliki track record buruk dalam pengerjaan proyek-proyek Rusunawa milik Pemprov.

Ia menyebut, misalnya, pembangunan 14 tower Rusunawa Nagrak di Marunda, Jakarta Utara yang masih mangkrak hingga saat ini. Padahal semestinya proyek itu selesai dikerjakan pada 20 Desember 2017.

“Kita coba menekankan di sisi pengadaan barangnya. Tapi KPPU (juga) ingin melihat dari segi persekongkolan,” tambah Arifin.

Hal tersebut pun dibantah CEO PT Totalindo Eka Persada Tbk Donald Sihombing.

“Kami bukan proyek APBD. PT Sarana Jaya mencari partner tender lewat Totalindo. Jadi Totalindo dan Sarana Jaya setor modal. Totalindo kerja proyek sendiri masa salah? Tolong jangan fitnahlah. Kami ada 2.000 orang karyawan, kasihan,” kata dia.

Saat dikonfirmasi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belum memberikan komentar lantaran tak tahu persoalan yang dilaporkan ke KPPU tersebut.

“Nanti saya pelajari komentar mereka,” ungkapnya sebelum meninggalkan Balai Kota, Rabu (21/2/2018).

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: