//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Al-Khaththath Sebut 5.000 Massa 212 Akan Kepung Sidang PK Ahok

Massa 212 berkumpul di sidang kasus penistaan agama Ahok

Massa 212 berkumpul di sidang kasus penistaan agama Ahok. (Tribunnews.com)

Anekainfounik.net. Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Al-Khaththath menyebut 5.000 massa alumni akan mengepung Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang akan mengadakan sidang peninjauan kembali (PK) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Saya dengar-dengar 5.000 (massa akan hadir),” ungkap Al-Khaththath di Gedung Joang ’45, Jl Menteng Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (24/2/2018), dilansir anekainfounik.net dari Detikcom.

Demo itu rencananya dilakukan pada Senin (26/2), bersamaan dengan sidang PK Ahok, yang digelar di Pengadilan Tinggi Jakarta Utara (PN Jakut). Pengerahan massa itu, disebut Al Khaththath, diinisiasi oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama dan Persaudaraan Alumni (PA) 212.

“Tolong diinfokan kepada umat, masyarakat, bahwa GNPF ulama dan Persaudaraan Alumni 212 mengundang seluruh masyarakat Indonesia, khususnya Jakarta, baik muslim maupun nonmuslim, untuk mengawal sidang dalam rangka menolak PK Ahok. Kita support hakim untuk menolak PK Ahok,” seru Al Khaththath sebelumnya..

Rencananya, lanjut Al Khaththath, massa akan berkumpul di ruas Jalan Gajah Mada.

“Jadi tolong semua disampaikan ke saudara-saudara, kita hadir memenuhi Jalan Gajah Mada,” kata dia.

Sebelumnya, Persaudaraan Alumni 212 menyatakan rencana yang sama.

“Alumni 212 akan turun mengepung sidang PK Ahok,” kata juru bicara Persaudaraan Alumni 212, Novel Bamukmin, Jumat, 23 Februari 2018, dilansir dari Tempo.co.

Novel enggan menyebut jumlah massa yang bakal ikut berunjuk rasa. Namun dia mengklaim, massa datang dari enam wilayah Jakarta dan luar Jakarta.

“Kami prediksi dari Jabodetabek, Jawa Barat, dan Banten, siap turun,” kata dia.

Menanggapi hal ini, pengacara Ahok, Josefina Agatha Syukur, menyampaikan hak setiap orang kalau ingin melakukan demonstrasi. Namun, hal tersebut tidak akan mempengaruhi langkah hukum yang telah diambil (Ahok).

“Kalau kami tetap berada di jalur hukum saja. Langkah yang dilakukan apa yang menurut hukum dimungkinkan,” ujar Josefina Agatha di Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Utara Rabu, 21 Februari 2018, dilansir dari Tempo.co.

Pihak Ahok mendaftarkan PK pada 2 Februari 2018. PK diajukan dengan membandingkan putusan Buni Yani. Sidang PK Ahok akan dipimpin 3 hakim, yakni Mulyadi, Salman Alfaris, dan Tugianto. Sedangkan pihak kejaksaan kemungkinan menunjuk jaksa Ali Mukartono, yang merupakan ketua tim jaksa penuntut umum (JPU) kasus Ahok dalam perkara penodaan agama.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Agen Bola
Iklan
%d blogger menyukai ini: