//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Polisi Bantah Oknum Babinsa Terlibat Penyebaran Hoax Penculikan Ulama

Oknum babinsa dituding di balik penyebaran hoax penculikan ulama

Oknum babinsa dituding di balik penyebaran hoax penculikan ulama. (Istimewa)

Anekainfounik.net. Wawan Kandar, 36, ketua RW yang menyadi penyebar hoax mengenai penyerangan ulama terkait PKI yang ditangkap dari Jawa Barat disebut-sebut menyebar kabar bohong tersebut atas desakan Babinsa (bintara pembina desa).

Dugaan tersebut disebarluaskan oleh akun Twitter bernama Joxzin Jogja @joxzin_jogja yang mengunggah foto pemberitaan dari surat kabar Radar Bandung edisi Jumat, 23 Februari 2018.

Akun tersebut juga menuduh ada seorang elite militer non struktural yang menggerakkan jaringan militer di bawah kendalinya untuk kepentingan politik jangka pendek terutama terkait Pilpres 2019.

Namun polisi memastikan belum ada kesimpulan apa pun dari kasus ini. Dilansir anekainfounik.net dari JawaPos, Karopenmas Divhumas Polri Brigjen M. Iqbal menegaskan, penyelidikan dugaan keterlibatan oknum militer masih bias. Sampai saat ini, penyelidikan belum menunjukkan adanya kepastian terkait oknum mana pun, termasuk Babinsa.

Yang pasti, kata Iqbal, siapa pun yang terlibat dalam menyebarkan hoax tersebut akan diproses sesuai prosedur. Dihubungi Jawa Pos Jumat siang (23/2), dia menyebut belum sampai pada kesimpulan siapa yang berada di balik penyebaran hoax.

Yang ada, Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipid Siber) menangkap enam penyebar hoax di Bandung Jawa Barat. ”Mereka didalami ada keterhubungan atau tidak, saya tidak bilang benar ada oknum,” ujarnya.

Sebaiknya, semua pihak jangan mengambil kesimpulan terlebih dahulu dalam kasus penyebaran hoax penculikan ulama. Penyidik bekerja untuk menuntaskan kasus satu per satu. ”Perbuatan ini atas inisiatif sendiri atau tidak,” ungkapnya.

Menurutnya, masyarakat juga harus berperan untuk menekan penyebaran hoax. Caranya, tidak semua informasi yang beredar di media sosial perlu di-share. ”Hampir 100 persen yang tersebar di media sosial, kalau tidak bersumber resmi adalah hoax,” jelasnya.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: