//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Fadli Zon Kritik Penyambutan Bos IMF, Istana: Di Mana Letak Kayak Rajanya?

Jokowi dan Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde di Tanah Abang

Jokowi dan Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde di Tanah Abang. (Viva.co.id)

Anekainfounik.net. Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengkritik penyambutan Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde yang dinilainya bak penyambutan raja. Kini pihak Istana Kepresidenan menepis kritikan Fadli.

“Penyambutan IMF biasa saja, proporsional,” kata Staf Khusus Komunikasi Presiden Jokowi Bidang Komunikasi, Johan Budi, Rabu (28/2/2018), dilansir anekainfounik.net dari Detikcom.

Lagarde disambut oleh Jokowi pada Senin (26/2) kemarin. Lagarde diajak Jokowi ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) dan blusukan ke Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

“Bahkan Presiden mengajak blusukan ke Tanah Abang pasar rakyat untuk melihat UKM,” kata Johan melanjutkan kalimatnya.

“Di mana letak kayak rajanya?” ujar Johan.

Fadli Zon menilai Dana Moneter Internasional adalah pihak yang meluluh-lantakkan ekonomi-politik Indonesia pada 1998. Maka tak pantas untuk menyambut IMF secara berlebihan bak menyambut kunjungan seorang raja.

“IMF ini kok dibuat seperti kedatangan raja gitu lho. Padahal IMF ini adalah institusi yang menghancurkan negara kita 20 yang lalu,” ujar Fadli di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/2) kemarin.

Pihak Istana mengaku hanya mengeluarkan biaya sebatas untuk konsumsi saja, berupa sajian teh, roti, pastel, hingga lemper.

Ketua Satuan Tugas Persiapan Annual Meeting IMF-World Bank dari Bank Indonesia, Peter Jacob, menjelaskan soal penyambutan Lagarde di Indonesia. Lagarde hadir atas undangan pihaknya untuk menjadi narasumber di High Level Conference Annual Meeting 2018 di Hotel Fairmont, Jakarta Selatan.

Soal pertemuan dengan Jokowi, justru Lagarde bertujuan menyampaikan laporan perkembangan penyelenggaraan Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia Tahun 2018 atau International Monetary Fund-World Bank Annual Meetings 2018 (IMF-WB AM 2018) akan digelar di Nusa Dua, Bali, pada 12-14 Oktober 2018 mendatang. Penyelenggaranya adalah pihak Indonesia dan IMF.

“Christine Lagarde justru datang untuk melaporkan persiapan acara Annual Meeting IMF-World Bank kepada Presiden,” kata Peter Jacob.

Biaya acara IMF-World Bank di Bali menelan dana Rp 800 miliar. Persiapannya sudah sejak dua tahun sebelumnya. Namun soal biaya kegiatan penyambutan Lagarde termasuk jalan-jalan ke Pasar Tanah Abang, itu tak seberapa.

“Adapun untuk acara di Hotel Fairmont, IMF datang dengan biaya sendiri dan kita hanya menyediakan tempat, makan dan minum untuk 300 orang. Pembicara dibayar oleh IMF. Kita co-hosting,” kata Peter.

Sebelumnya, Fadli Zon menyatakan IMF seperti disambut karpet merah. Indonesia juga bersedia menyelenggarakan acara IMF dengan menggunakan anggaran hingga Rp 1 triliun. Ia pun menilai pemerintah seperti event organizer (EO) dalam penyambutan itu.

“Kok sekarang di era pemerintahan Jokowi kok IMF diberikan satu karpet merah dan kita mengeluarkan dana hampir Rp 1 triliun untuk pertemuan mereka. Memangnya kita ini negara EO apa event organizer? Kan bukan,” kata Fadli kemarin.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: