//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Anak Elvy Sukaesih Terseret Narkoba, Rhoma Irama: Sabar, Kita Sedang Diserang!

Rhoma Irama dan Elvy Sukaesih

Rhoma Irama dan Elvy Sukaesih. (viva.co.id)

Anekainfounik.net. Setelah putra Raja Dangdut Indonesia Rhoma Irama, Ridho Rhoma, tersandung kasus narkoba, kali ini kasus yang sama menimpa Ratu Dangdu Elvy Sukaesih. Anak, menantu, dan calon menantu Elvy, diciduk di kediamannya di kawasan Cawang, Jakarta Timur, pada 16 Februari lalu.

Rhoma Irama ikut angkat bicara. Ia mengaku langsung menghubungi sang ratu dangdut untuk memberikan dukungan moral.

“Saya kemarin teleponan sama Elvy, saya bilang, ‘Pertama Anda harus sabar, jangan stres, bahwa memang kita sedang diserang ini, proxy war,” ujar Rhoma ketika ditemui di kawasan Kebagusan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (1/3), dilansir anekainfounik.net dari Kumparan.com.

“Saya bilang sama Elvy sabar, kemudian hadapi dengan tabahlah, memang kita sedang diserang. Siapapun kita, boleh jadi terkena tanpa kita tahu obatnya. Ya sabar, banyak berdoa, hadapi konsekuensinya seperti apa,” sambungnya.

Pelantun ‘Begadang’ ini menuturkan bahwa ia cukup kenal dengan sosok anak-anak Elvy, salah satunya Dhawiya. “Kenal, ya InsyaAllah anak baik-baiklah. Anak Elvy tuh saya kenal semua baik-baik,” katanya.

Rhoma menyadari, perkembangan zaman yang semakin canggih, membuat dirinya sebagai orang tua semakin sulit untuk menjaga dan mendidik anak-anak.

“Berbagai macam pengaruh bisa masuk, entah ke kamar kita tanpa kita tahu. Zaman dulu ‘kan anak-anak keluar rumah habis maghrib enggak boleh, karena kemungkaran banyak di luar rumah,” ujarnya.

“Sekarang kemungkaran di tangan kita sendiri. Karena gadget itu luar biasa manfaatnya, tapi luar biasa juga pengaruh negatifnya. Enggak mudahlah mendidik anak sekarang tuh, sangat-sangat tidak mudah,” lanjut pedangdut berusia 71 tahun itu.

Rhoma kini menjadi lebih hati-hati dalam menjaga dan mengawasi anak-anaknya. Agar apa yang dialami Ridho atau selebriti lain, tidak kembali terulang di keluarganya.

“Ya kita ‘kan orang tua sebatas memotivasi, menasihati, membantu. Lain kalau anak kita masih orok, 24 jam kita lihatin, ini sudah pada kakek-kakek ‘kan susah. Makanya doa, doa, dan doa. Telepon, komunikasi ya sebatas itu tugas kita sebagai orang tua. Harus ekstra hati-hati kita juga, enggak anak, orang tua segala macam kita lihat,” tandasnya.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: