//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Mengenal Heru Winarko, Kepala BNN yang Baru Pengganti Buwas

Heru Winarko menggantikan Budi Waseso menjadi Kepala BNN

Heru Winarko menggantikan Budi Waseso menjadi Kepala BNN. (Liputan6.com)

Anekainfounik.net. Presiden Jokowi melantik Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) yang baru, Irjen Heru Winarko, di Istana, Jakarta Pusat, Kamis (1/3/2018). Lulusan Akpol 1985 ini dilantik menggantikan Komjen Budi Waseso atau Buwas yang mulai pensiun dari Polri sejak hari ini. Dengan demikian, Heru akan mengalami kenaikan pangkat pangkat menjadin Komjen.

Pria kelahiran Jakarta, 1 Desember 1962 ini akan melepas jabatan Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia mengalahkan sejumlah kandidat kepala BNN yang namanya sempat mencuat di media massa.

Berdasarkan informasi yang dilansir anekainfounik.net dari CNNIndonesia.com, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengusulkan dua nama lain sebagai calon Kepala BNN, yakni Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Ari Dono Sukmanto dan Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari.

Sebagai polisi, Heru malang melintang di sejumlah jabatan reserse. Pria yang memiliki kemampuan memainkan alat musik drum ini pernah menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Pusat, Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim, dan Wakil Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim.

Dia juga pernah menjabat sebagai Asisten Deputi IV Keamanan Nasional Kemenko Polhukam, Kapolda Lampung, serta Staf Ahli Bidang Ideologi dan Konstitusi Menko Polhukam.

Berdasarkan data jabatan tersebut, Heru sebenarnya tidak memenuhi syarat calon Kepala BNN sebagaimana diatur dalam Pasal 69 huruf e Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Beleid pasal itu berbunyi, “Berpengalaman paling singkat lima tahun dalam penegakan hukum dan paling singkat dua tahun dalam pemberantasan narkotik”.

Walau demikian, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, mendukung langkah Jokowi memilih Heru sebagai calon Kepala BNN. Heru dianggap sebagai sosok yang berintegritas, bersih, dan berani.

Menurutnya, hal itu terbukti karena Heru menduduki salah satu jabatan penting di lembaga anti-rasuah hingga saat ini.

“Heru telah lolos seleksi menjadi Deputi Penindakan KPK, artinya secara profile asesment tidak perlu diragukan lagi integritasnya, bersih dan berani. Profil asesment masuk KPK sangat ketat dan terukur, sehingga bagi yang lolos dapat dipastikan integritasnya,” kata Boyamin, Kamis (1/3).

Alasan integritas juga menjadi pertimbangan utama Jokowi memilih Heru.

“Yang paling penting dari sisi integritasnya. Karena peredaran narkoba, duitnya gede sekali, omzetnya gede sekali, gampang menggoda orang untuk berbuat tidak baik,” ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/3/2018).

Jokowi ingin Heru memimpin BNN menjadi lembaga yang lebih profesional dari sebelumnya.

“Kita ingin BNN memiliki standard-standard yang baik seperti yang Pak Heru sudah terapkan di KPK. Ada standard-standard yang dibawa dari KPK ke BNN. Ada standard good governence dan standard tata kelola organisasi,” lanjut dia.

Sementara, Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan merasa gembira Heru akhirnya dipilih Presiden sebagai Kepala BNN. Agus pun menyatakan mendukung anak buahnya tersebut menduduki jabatan Kepala BNN.

“Belum pernah kejadian Deputi KPK dipromosikan. Tentu sangat senang karena itu penghargaan terhadap prestasinya,” ucapnya.

Menurut Agus, nama Heru Winarko sudah lama didiskusikan antara KPK dan Kapolri Tito Karnavian untuk dijadikan Kepala BNN. Agus menilai Heru cocok menempati jabatan tersebut. “Pak Heru, menurut pengalaman saya selama dua tahun, sangat bagus. Tidak banyak bicara dan pendapatnya sangat tajam,” tuturnya.

Ditemui seusai pelantikan, Heru menuturkan akan melanjutkan kebijakan-kebijakan yang telah dilakukan oleh pendahulunya, Budi Waseso.

“Tentu dengan peningkatan bagaimana pencegahan dan pemberantasannya sehingga optimal,” kata dia.

Menurut Heru, penanganan kasus korupsi dan narkoba tidak ada bedanya. Ia menyatakan akan mengadopsi hal-hal baik yang ada di KPK untuk diterapkan di BNN.

“Di sana ada pencegahan, di sini juga ada. Ini yang akan kami coba saling sharing,” ucapnya.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: