//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Seperti di Melawai, Sandiaga Ditantang Izinkan PKL Jualan di Trotoar Istana

PKL berjualan di Jalan Sunan Ampel, Melawai, Jaksel

PKL berjualan di Jalan Sunan Ampel, Melawai, Jaksel. (Kompas.com)

Anekainfounik.net. Ketua Koalisi Pejalan Kaki Alfred Sitorus mempersoalkan rencana penggunaan hak diskresi oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dengan mengizinkan pedagang kaki lima ( PKL) berjualan di trotoar Jalan Melawai, Jakarta Selatan.

Alfred mengatakan, diskresi yang diberikan menabrak banyak aturan. Aturan tersebut di antara lain Perda Ketertiban Umum, Perda Transportasi, dan Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Alfred menilai Sandi hanya mementingkan kepentingan puluhan PKL yang berjualan, tetapi tidak mementingkan keselamatan para pejalan kaki yang harus melintas di badan jalan karena trotoar digunakan PKL.

“Hanya ada 75 orang yang diselamatkan pekerjaannya, tapi ratusan ribu orang yang akan mengakses kawasan itu yang tidak terselamatkan nyawanya ketika dia tertabrak saat berjalan di badan jalan,” kata Alfred, Kamis (1/3/2018), dilansir anekainfounik.net dari Kompas.com.

Alfred menilai, rencana penggunaan hak diskresi agar PKL tetap berdagang di trotoar Melawai dan penutupan badan jalan demi PKL di Jalan Jatibaru Raya merupakan bentuk pembangkangan pemimpin daerah terhadap aturan yang mereka buat sendiri.

Pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Sunan Ampel, Kelurahan Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, berjualan di atas saluran air dan trotoar, Selasa (27/2/2018). Mereka sempat memasang spanduk bertulisan OK OCE.

“Kami menantang Pak Wagub untuk memberikan diskresi untuk pedagang (berdagang) di trotoar seberang Istana. Itu trotoar loh, cukup lebar,” ujar Alfred.

Tak hanya Koalisi Pejalan Kaki, anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Wahyu Dewanto juga mengkritik dikresi Sandiaga tersebut dan berharap ada penertiban. Lebih jauh, menurut anggota Fraksi Partai Hanura tersebut, kawasan Melawai bisa menjadi percontohan konsep transit oriented development (TOD) mass rapid transit (MRT). Namun syaratnya, trotoar di kawasan tersebut harus bebas dari PKL.

“Keberadaan TOD membutuhkan kemudahan akses terutama bagi pejalan kaki. Sayang sekali kalau Melawai, yang sangat berpotensi untuk didorong menjadi suatu kawasan percontohan TOD di Jakarta harus dihadapkan pada persoalan yang tak sesuai dengan skala TOD untuk moda angkutan sebesar MRT,” ujar Wahyu, saat dihubungi wartawan, Kamis (1/3/2018), dilansir dari Detikcom.

Sebelumnya, Sandiaga Uno sebelumnya menyatakan, ia mengetahui PKL yang berjualan di atas trotoar Melawai, Jakarta Selatan, melanggar peraturan daerah. Namun, dirinya akan menggunakan hak diskresi untuk tetap memperbolehkan para PKL tersebut berjualan.

“Ada diskresi yang harus kami buat karena ini ada 75 lapangan kerja, (jika) dikali dua, paling tidak ada 150 lapangan kerja yang kami ingin selamatkan di sini,” kata Sandiaga, di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta Yani Wahyu mengatakan, PKL di mana pun tidak boleh berjualan di trotoar. Khusus PKL Melawai, akan ada diskresi yang dikeluarkan Sandiaga. Yani mengatakan hal itu kini menjadi urusan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (KUMKM) DKI Jakarta.

Tanpa ada rekomendasi dari Dinas KUMKM, Yani mengatakan anggotanya akan mengikuti aturan seperti biasa. Mereka akan tetap dianggap PKL liar karena berjualan di trotoar.

“Sepanjang belum ada landasannya ya saya anggap liar,” kata Yani.

Iklan

Diskusi

Satu respons untuk “Seperti di Melawai, Sandiaga Ditantang Izinkan PKL Jualan di Trotoar Istana

  1. wah sepertinya penataan kota jakarta memang perlu tenaga ekstra ya, kita dukung dan bantu terus kinerja dari gubernur kita saat ini agar dapat membenahi ibu kota dengan lebih baik lagi.

    #berani#maju#aoncash#pokerzara#pokeraon#yangmudayangberkarya#pastibisa

    Posted by sherlywijaya_ay | Maret 2, 2018, 4:53 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: