//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Bertemu PSI di Istana, Siti Zuhro Sebut Jokowi Tak Punya Etika Politik

Presiden Jokowi bertemu elite PSI di Istana

Presiden Jokowi bertemu elite PSI di Istana. (Twitter @psi_id)

Anekainfounik.net. Pertemuan Presiden Joko Widodo dengan elite Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Istana Negara yang disebut membahas pemenangan pemilu 2019 mengundang reaksi berbagai pihak. Tak hanya dikritik oleh partai lain, peneliti dari LIPI Siti Zuhro menyebut Jokowi tak mempunyai etika politik karena pertemuan ini.

“Sebagai orang nomor satu yang notabene calon presiden di pemilu 2019, Pak Jokowi bisa menjaga dan merawat etika politik agar nilai-nilai budaya politik yang kompatibel dengan demokrasi terbangun.” kata peneliti LIPI Siti Zuhro, Sabtu (3/3/2018), dilansir anekainfounik.net dari Detikcom.

Siti menambahkan Jokowi harusnya juga memperhatikan mana yang diperbolehkan dan mana yang tidak. Menurut Siti, terlebih memasuki masa tahun politik seperti saat ini, apa yang dilakukan Presiden Jokowi akan menjadi sorotan.

“Pak Jokowi juga perlu bersikap proper dan mempertimbangkan secara seksama apa yang oke dan tidak oke. Sebab bila ini diabaikan akan memunculkan perdebatan dalam masyarakat. Juga akan menimbulkan kecurigaan-kecurigaan publik. Mengapa? Karena tahun ini adalah tahun politik,” ungkap dia.

Menurutnya kontroversi pertemuan elite PSI dan Jokowi mestinya tidak terjadi. Sebab hal itu hanya akan membuat bangsa ini berkutat pada topik-topik yang tak relevan dan signifikan.

“Ini hanya membuat bangsa ini hanya berkutat ke masalah pelanggaran etika politik saja,” jelasnya.

Siti juga mempertanyakan apakah PSI datang ke Istana Negara atas undangan atau memang berinisiatif untuk bertemu Jokowi. Sebab menurut Siti pertemuan untuk membangun dukungan koalisi partai politik ada tata cara dan tata kramanya.

“Membangun dukungan dan koalisi parpol juga ada tatacara dan tata kramanya. Kapan pertemuan-pertemuan elite parpol diadakan dan dimana juga harus jelas. Hal ini penting supaya tidak menimbulkan rumor atau fitnah politik yang tak perlu,” imbuhnya.

“Dukung-mendukung di tahun politik boleh-boleh saja. Tapi bagaimanapun juga harus mengikuti fatsun politik,” sambungnya.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Agen Bola
Iklan
%d blogger menyukai ini: