//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Cabut Laporan, Guru Ngaji di Ciamis Kini Sebut Dianiaya Makhluk Gaib

Rian Riana (kanan) mengaku dianiaya makhluk gaib

Rian Riana (kanan) mengaku dianiaya makhluk gaib. (Detikcom)

Anekainfounik.net. Seorang guru ngaji di Ciamis, Rian Riana (28) sempat mengaku menjadi korban penganiayaan orang misterius usai mengajar. Pria bekerja sebagai perangkat desa ini luka memar di kepala dan pinggang sehingga harus mendapat penanganan medis di RSUD Ciamis.

Insiden menimpa Rian terjadi di area luar Masjid Nurul Iman Ciamis, Dusun Cimarongmong, Desa Darmacaang, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (26/2) malam. Guru ngaji tersebut baru beberapa meter melangkahkan kaki meninggalkan masjid untuk pulang ke rumah.

Rian menyebut dirinya dipukul menggunakan batu berukuran besar dan sempat terkapar tak sadarkan diri gara-gara disetrum pelaku. Setelah sadar, Rian mengaku berteriak meminta tolong. Pelaku yang disinyalir membawa alat setrum itu langsung kabur.

Kabar tersebut membuat geger warga setempat. “Saya merasa disetrum, diseret, dipukuli dan merasa keluar darah,” begitu surat pernyataan yang disampaikan Rian.

Lalu pada Selasa (27/2), Rian dibawa ke RSUD Ciamis. Berdasarkan hasil visum dokter menyatakan Rian sehat dan tidak ada tanda-tanda bekas kekerasan.

Surat pernyataan Rian Riana yang mengaku dianiaya makhluk gaib

Surat pernyataan Rian Riana yang mengaku dianiaya makhluk gaib. (Detikcom)

Ketahuan bohong, Rian kini menyimpulkan pelaku yang menganiayanya bukan manusia, tapi makhluk gaib.

Pria tersebut mengungkapkannya di Kantor Desa Darmacaang, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Jumat (2/3/2018). Dia menyampaikan klarifikasi berkaitan hal tersebut.

“Saya simpulkan penganiayaan yang terjadi terhadap saya dilakukan makhluk gaib,” kata Rian didampingi Kepala Desa Ii Suherli dan rekan-rekannya, dilansir anekainfounik.net dari Detikcom.

Klarifikasi dibeberkan Rian ini tak lain karena ada keresahan di masyarakat. Khawatir mengganggu kondusifitas dan guna mencegah salah sasaran.

Dia menegaskan segera mencabut laporan yang dibuatnya di Polres Ciamis.

“Saya akan mencabut laporan polisi,” ujar Rian.

Kepala Desa Darmacaang Ii Suherli menjelaskan peristiwa yang terjadi menimpa Rian beberapa waktu lalu banyak praduga-praduga. Adanya klarifikasi langsung oleh Rian untuk memperjelas dan menghindari praduga.

“Apabila masyarakat merasa terganggu dan resah mohon maaf sekali, itu bukan disengaja tetapi kenyataannya seperti itu. Mudah-mudahan situasi menjadi tenang semuanya,” ucap Ii.

Dir Reskrimum Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana membenarkan klarifikasi diungkapkan Rian.

“Bersangkutan mengaku dianiaya diduga bukan dilakukan oleh manusia, tapi diduga dilakukan oleh makhluk gaib,” kata Umar via pesan singkat.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: