//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Unggah Hoax “MCA Ahokers”, Editor JawaPos Yusuf Asyari Disorot Netizen

Jawa Pos memuat berita hoax soal MCA

Jawa Pos memuat berita hoax soal MCA. (Istimewa)

Anekainfounik.net. Pada Minggu, 4 Maret 2018 kemarin, media online Jawapos memposting tulisan berita di akun Twitter Resminya dengan judul “Nah, Tersangka Muslim Cyber Army Ternyata Ahokers,” begitu judul yang ditulisnya.

Tidak butuh lama postingan berita dari Jawapos langsung ramai di re-tweet ribuan kali dan dikomentari oleh banyak netizen termasuk oleh Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah.

Dan ternyata berita yang diposting JawaPos itu hanya bersumber dari perbincangan oleh beberapa akun Twitter. Dalam perbincangan itu, ada akun twitter @Cak_luth yang dituduh sebagai Ahokers dan tersangka MCA. Hal ini kemudian ‘digoreng’ oleh media Jawapos sehingga menjadi viral.

Padahal, faktanya polisi telah membantah akun @Cak_Luth milik tersangka MCA. Maka dengan hal tersebut timbul pertanyaan, ada apa dan siapa admin Jawapos hingga nafsu banget posting berita yang belum jelas kebenarannya? Dan mengapa ketika diklik judul awal “Nah, Tersangka Muslim Cyber Army Ternyata Ahokers” bisa berubah judulnya menjadi “Tersangka Muslim Cyber Army Diduga Ahokers”?

Mengapa bisa berubah begitu? Apa motif dan tujuannya? Alhasil, kini sosok Yusuf Asyari, editor JawaPos pun disorot.

Dilansir anekainfounik.net dari Seword.com, Yusuf Asyari ternyata punya riwayat panjang memproduksi berita-berita yang tidak hanya tendensius tapi cenderung mendiskreditkan pemerintahan saat ini bahkan secara nyata menyindir dan mendiskreditkan Jokowi-Ahok.

Yusuf juga sudah meloloskan tulisan yang berjudul Kartu Sakti Jokowi Bikin Kepala Sakit, tertanggal Minggu, 28 Agustus 2016. Padahal di tulisan atau isi artikelnya PNS hanya bingung saja dan akhirnya bisa diklarifikasi.

Judul berita di atas dipersoalkan karena dianggap bisa menyesatkan dan tendensinya fitnah. Berita itu sama sekali tak membahas kegunaan kartu Sakti Jokowi malah efek sakit kepala. Posisi Yusuf sebagai editor dipersoalkan karena posisinya strategis namun tidak kritik sehingga ditakutkan dapat menyuburkan berita hoax yang banyak di media sosial.

Ada lagi berita yang diloloskannya dengan judul, “Pengamat: Kinerja Ahok Nyaris Tanpa Prestasi”, Senin, 28 Maret 2016. Dia hanya mengambil sumber dari pengamat dari Universitas Bung Karno, Salamuddin Daeng, padahal dalam tulisannya dia mengakui banyak pengamat menilai baik. Tulisan itu sengaja didesain untuk menjelek-jelekkan Ahok secara tidak fair, tidak melakukan konfirmasi dari dua sisi yang berseberangan.

Redaksi JawaPos.com sendiri sudah meminta maaf karena artikel tersebut telah menimbulkan kegaduhan akibat dari proses jurnalistik yang tidak sesuai dengan standar JawaPos.com.

JawaPos disarankan untuk mengevaluasi posisi Yusuf Asyari sebagai redaktur karena ditakutkan akan kembali menyebarkan berita hoax tanpa menggunakan kaidah jurnalistik yang baik. .

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: