//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Ogah Deklarasi ‘Stop Eksploitasi Isu PKI’, Peserta Bubarkan Diskusi

Massa bubarkan diskusi PKI

Massa bubarkan diskusi PKI. (iNews.id)

Anekainfounik.net. Diskusi dengan tema ‘Isu Kebangkitan PKI: Antara Realita atau Propaganda’ yang diselenggarakan oleh Kaukus Muda Indonesia (KMI) di ruang Singosari, Grand Sahid Jakarta, Selasa (6/3), berakhir ricuh karena massa menolak melakukan deklarasi stop politisasi isu PKI.

Kericuhan dimulai ketika pembawa acara mengatakan akan segera memulai pembacaan deklarasi ‘Stop Eksploitasi Isu Kebangkitan PKI’.

Sejumlah peserta diskusi pun kemudian segera melayangkan protes. Alasannya, tidak ada agenda deklarasi dalam undangan yang mereka terima. Sempat terjadi ketegangan antara pihak panitia dan sejumlah peserta yang menolak agenda tersebut.

Saling serang pendapat sempat terjadi. Pihak hotel pun terpaksa turun tangan untuk mengendalikan suasana.

Panitia akhirnya membatalkan agenda deklarasi tersebut. Namun, di luar ruangan keributan masih terus terjadi.

Dilansir anekainfounik.net dari CNN Indonesia, Baiq Ani, peserta diskusi yang berasal dari LBH SBSI 92 meminta kepada panitia untuk menyerahkan daftar kehadiran sebab mereka ingin menghapus nama mereka dalam daftar hadir tersebut.

Baiq tak ingin nama mereka dalam daftar hadir tersebut digunakan untuk hal-hal yang tidak mereka inginkan.

“Kami minta daftar absennya, kami mau hapus nama kami,” ujarnya.

Rahmat Himran dari Gerakan Pemuda Anti Komunisme (Gepak) juga meminta daftar kehadiran tersebut untuk Hal lain yang dipermasalahkan peserta adalah, dalam rilis tertulis itu, disebutkannya partai-partai yang percaya akan kebangkitan PKI ialah Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), dan Partai Amanat Nasional (PAN). Di saat yang bersamaan, dalam deklarasi, panitia menyebut bahwa isu-isu PKI digoreng untuk kepentingan politik.

“Di rilis ini juga disebutkan bahwa komunis digunakan untuk propaganda partai-partai, disebutkan Gerindra, PAN, dan PKS, ini sangat tendensius,” kata salah seorang peserta, yakni Sekretaris Jenderal Ikatan Advokat Muslim Indonesia (IKAMI), Djudju Purwantoro.

Perihal deklarasi, Andi menyatakan memang tujuannya untuk menghindari agar isu PKI tidak digunakan oleh pihak politik untuk propaganda. Namun terkait dengan tuduhan tendensius, Andi masih belum memberikan jawaban.menghapus nama dirinya.

Dilansir dari tempo.co, hal lain yang dipermasalahkan peserta adalah, dalam rilis tertulis itu, disebutkannya partai-partai yang percaya akan kebangkitan PKI ialah Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), dan Partai Amanat Nasional (PAN). Di saat yang bersamaan, dalam deklarasi, panitia menyebut bahwa isu-isu PKI digoreng untuk kepentingan politik.

“Di rilis ini juga disebutkan bahwa komunis digunakan untuk propaganda partai-partai, disebutkan Gerindra, PAN, dan PKS, ini sangat tendensius,” kata salah seorang peserta, yakni Sekretaris Jenderal Ikatan Advokat Muslim Indonesia (IKAMI), Djudju Purwantoro.

Perihal deklarasi, Sekjen KMI, Andi Ulah menyatakan memang tujuannya untuk menghindari agar isu PKI tidak digunakan oleh pihak politik untuk propaganda. Namun terkait dengan tuduhan tendensius, Andi masih belum memberikan jawaban.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: