//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Penyumbang Pesawat Pertama RI Ini Ternyata Tak Pernah Naik Pesawat

Nyak Sandang, salah seorang penyumbang pesawat pertama Indonesia

Nyak Sandang, salah seorang penyumbang pesawat pertama Indonesia. (Kumparan.com)

Anekainfounik.net. Tercatat dalam sejarah, warga Aceh patungan dan membeli pesawat RI-001 Seulawah untuk disumbangkan ke pemerintah. Salah satunya adalah Nyak Sandang (91) yang menjual sepetak sawahnya demi pesawat itu pada pada 1950. Namun, hingga saat ini, ia belum pernah naik pesawat sama sekali.

Sandang masih ingat betul ajakan untuk membeli pesawat muncul setelah Gubernur Aceh dan Gubernur Militer waktu itu Abu Daud Beureueh berceramah di halaman masjid di Calang, Aceh Jaya, Aceh. Semua masyarakat kala itu dengan suka cita datang ke lokasi untuk mendengar pidato orang nomor satu di Tanah Rencong.

Dalam pidatonya yang menggebu-gebu, Daud membakar semangat warga dan mengungkapkan Indonesia merupakan negara milik rakyat. Daud menyampaikan pasca kemerdekaan, Indonesia membutuhkan pesawat agar mudah berhubungan dengan negara luar. Sebab, Indonesia termasuk negara kaya raya. Hubungan dengan luar negeri sangat diperlukan.

Kakek Sandang masih ingat betul ketika dirinya menghadiri ceramah tersebut. Pada awal pidato, Daud mengungkapkan pertemuan Presiden Soekarno dengan dirinya di Masjid Baiturrahman, Banda Aceh. Usai pidato, seluruh ulama di Aceh Jaya dikumpulkan. Daud Beureueh bermusyawarah dengan ulama cara mengumpulkan uang untuk membeli pesawat.

“Kami kumpulkan uang setelah Presiden Sukarno meminta bantu sama Daud Beureuh,” kata Sandang saat ditemui wartawan di rumahnya di Desa Lhut, Kecamatan Jaya, Aceh Jaya, Selasa (6/3/2018), dilansir anekainfounik.net dari Detikcom.

“Di sini ada satu ulama yang sangat terkenal yaitu Abu Sabang (Muhammad Idarus). Warga di sini, semua dengar apa yang dibilang sama Abu Sabang. Kalau Abu bilang kita kumpulkan uang untuk beli pesawat, semua ikut menyumbang,” sambungnya.

Sandang dan warga kampung menyumbang karena Indonesia baru merdeka. Dan hal itu merupakan bentuk dari bagian perjuangan. Sandang menjual sepetak tanah seharga Rp 100 (kurang-lebih Rp 40 juta untuk nilai saat ini).

Nyak Sandang yang akrab disapa Ayah oleh masyarakat sekitar, bahkan masih menyimpan rapi bukti dokumen berupa obligasi atau surat pernyataan utang dari pemerintah Indonesia yang dikeluarkan tahun 1950. Sumbangan modal pembelian pesawat itu akan dikembalikan beserta dengan pemberian hadiah dalam kurun waktu 40 tahun.
Kendati demikian, hingga 72 tahun Indonesia merdeka, Nyak Sandang belum pernah menerima pembayaran utang negara serta bantuan lainnya.

Meski telah menyumbang sejumlah harta kekayaannya pada masa itu, Nyak Sandang mengaku tak terpintas sedikitpun mengharapkan balasan. Ia bersama seluruh masyarakat Lamno memberikan bantuan dengan ikhlas dan bangga.

“Tidak mengharapkan jika suatu hari Indonesia akan membayar. Kami tidak mengharapkan balasan karena membantu dengan ikhlas dan memiliki kebanggan tersendiri bisa ikut membantu negeri,” ujarnya, seperti dilansir dari Kumparan.com.

Sandang sudah lupa persis uang yang terkumpul dari warga desa tersebut. Namun ia masih ingat, jumlahnya banyak kala itu. Tidak berapa lama, pesawat pertama milik Indonesia mengudara. Saat pesawat itu mengudara di langit Aceh, warga ramai-ramai keluar dari rumah dan bangga.

“Saya bangga karena pesawat itu menjadi cikal bakal Indonesia,” ujar kakek yang memiliki cucu 20 dan 23 cicit itu.

Di usianya yang telah senja, Nyak Sandang mengaku tak berkeinginan untuk merasakan naik pesawat. Hal itu disebabkan faktor kondisi dan usianya yang tak sanggup lagi. Namun jika ia diberikan kesempatan untuk naik pesawat, ia meminta dibawa ke Tanah Suci.

“Kalau naik pesawat dibawa haji mau, walaupun saya harus menghembuskan nafas terakhir di sana, Ini merupakan salah satu cita-cita saya,” ucap Nyak Sandang.

Pandangan mata Sandang kini mulai kabur, pendengarannya juga berkurang. Namun ia masih kuat berjalan tanpa tongkat. Sehari-hari ia tinggal bersama istri dan anak-anak serta cucunya.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Agen Bola
Iklan
%d blogger menyukai ini: