//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Pamer WO Saat Jokowi Pidato, Ferdinand Hutahean Terancam Sanksi Berat

Ferdinanda Hutahean terancam saksi berat dari PD

Ferdinanda Hutahean terancam saksi berat dari PD. (Istimewa)

Anekainfounik.net. Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat (PD), Amir Syamsuddin kesal akan tindakan Ketua Divisi Hukum dan Advokasi mereka, Ferdinand Hutahaean, yang memamerkan aksi walk out (WO) dirinya ke media massa saat Jokowi hendak berpidato di Rapimnas PD, Sabtu (10/3) lalu. Padahal, acara itu termasuk bagian penjajakan PD untuk berkoalisi dengan partai politik pendukung Jokowi di Pilpres 2019 mendatang.

Terlihat dalam rapimnas, sejumlah pujian dilontarkan kedua pihak baik Jokowi maupun Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). SBY bahkan terang-terangan menyebutkan bahwa Demokrat berpeluang mendukung Jokowi di Pilpres 2019.

Amir sendiri menyebut Jokowi merupakan tamu khusus acara itu.

“Ini kan Jokowi ini sebagai presiden kita adalah tamu kehormatan yang diundang secara khusus oleh Ketua Kogasma AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) itu ke Istana. Jadi, Jokowi itu diundang secara khusus untuk acara Demokrat, Rapimnas Demokrat,” kata Amir saat dihubungi wartawan, Selasa (13/3/2018), dilansir anekainfounik.net dari Detikcom.

Menurut Amir, tingkah Ferdinand yang pamer-pamer aksi WO itu di media sosial sangat tidak patut. Bagi Amir, tindakan Ferdinand akan berdampak sangat buruk untuk partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono itu.

“Jadi kalau ada kader yang secara pribadi ingin memperlihatkan, mengekspresikan pendapatnya, itu tidak perlu dipublikasikan kepada umum karena ini akhirnya kan penilaian publik ada seakan-akan Demokrat itu tidak menghargai orang yang diundangnya sendiri,” tutur Amir.

“Apalagi, Jokowi itu kan datang di dalam statusnya sebagai presiden dan kita yang mengundang kan,” imbuhnya.

Amir menyebut telah memerintahkan Komisi Pengawas PD untuk memeriksa Ferdinand terkait dugaan pelanggaran pedoman kode etik partai. Sanksi berat menanti Ferdinand.

“Saya akan minta Komisi Pengawas memanggil dan memeriksa yang bersangkutan,” kata Amir.

Menurut Amir, PD punya pedoman kode etik untuk kader dalam bersikap. Dia menyebut Komisi Pengawas PD akan menyelidiki apakah sikap Ferdinand melanggar pedoman itu. Jika iya, sanksi berat menanti Ferdinand.

“Kewenangan Komisi Pengawas yang akan menilai. Memang di kode etik itu mulai sanksi ringan dan yang terberat ada di sana,” tegas Amir.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: