//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Katon, Pendiri Surabaya BlackHat Sudah Bikin Game Online Sejak SMP

Katon Primadi Sasmitha, pendiri Surabaya BlackHat

Katon Primadi Sasmitha, pendiri Surabaya BlackHat. (Detikcom)

Anekainfounik.net. Katon Primadi Sasmitha (21), pernah membuat game online saat di bangku SMP, jauh sebelum mendirikan Surabaya BlackHat (SBH), komunitas hacker yang meretas ratusan website perusahaan luar negeri.

“Kalau mulai hacking sendiri sejak di SMK Kelas 3, (belajar) otodidak sih dari internet,” kata Katon di ruangan penyidik Subdit Cyber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (13/3/2018), dilansir anekainfounik.net dari Detikcom.

Semula Katon hanya bisa mengoperasikan game online. Hingga akhirnya merasa bosan, dia kemudian berkeinginan untuk membuat sebuah game online.

“Akhirnya sudah bisa bikin game sendiri, game MMORPG (Masive Multiplayer Online Role Player Gaming),” imbuhya

Katon hanya butuh waktu 6 bulan untuk membuat game tersebut. Setelah mahir membuat game online sendiri, dia semakin penasaran dengan dunia internet hingga membuat sendiri sebuah website.

“Akhirnya aku belajar lah, aku bikin web sendiri. Akhirnya enggak lama kebobol sama orang, teman aku sendiri (yang membobol) dia iseng-iseng. Carilah aku gimana orang ini bisa bobol web aku,” lanjutnya.

Sejak saat itu, Katon belajar untuk meretas website. Lama-kelamaan, dia semakin menikmati dunia hacker hingga akhirnya menjebol ratusan website di beberapa negara.

“Paling sering (membobol) dengan cara SQL injection,” lanjutnya.

Saat ini Katon kuliah di sebuah perguruan tinggi di Surabaya, Jawa Timur. Jurusan IT yang dia ambil di bangku kuliah semakin memahirkan keahliannya dalam dunia hacking.

“Sudah banyak website corporate maupun individu yang saya hacking. Yang paling sering itu Amerika, Jepang, Malaysia dan India,” lanjutnya.

Dia bahkan pernah direkrut untuk menjadi konsultan keamanan IT perusahaan asing.

“Ada dua perusahaan, dari Eropa dan Asia (yang merekrutnya),” kata Katon.

Menurut Katon, perusahaan tersebut merekrutnya setelah mendapatkan rekomendasi dari ‘klien’-nya sebelumnya. Katon dibayar per jam untuk pekerjaan sampingannya itu.

“Saya dikontrak, USD 20 per jam bayarannya, tapi nggak setiap hari. Aku bekerja setiap dia kasih script,” imbuh mahasiswa IT ini.

Assessment di dua perusahaan ini sudah berjalan selama dua bulan. “Kalau nggak ada ini (ditangkap polisi), seharusnya masih lanjut,” katanya.

Katon telah meretas ratusan website di beberapa negara. Dari hasil ‘memeras’ perusahaan dengan cara merusak sistem website perusahaan itu, dia mendapatkan uang hingga ribuan dolar AS.

“Pernah paling besar USD 1.200,” tuturnya.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: