//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Mahfud MD Siap Jadi Cawapres Jokowi Namun Tak Terlalu Berharap

Mahfud MD saat berpidato di Jember

Mahfud MD saat berpidato di Jember

Anekainfounik.net. Nama Mahfud MD belakangan ini dimunculkan Indonesia Corruption Watch (ICW) sebagai sosok yang pantas mendampingi Presiden Joko Widodo sebagai calon wakil presiden (cawapres). Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW, Donal Fariz sebelumnya menilai, Mahfud MD cocok menjadi cawapres bagi Jokowi.

“Saya berpikir dan berani untuk mencoba untuk menawarkan nama yang ideal, Profesor Mahfud,” kata Donal, dalam diskusi yang diselenggarakan ICW bertema “Pencalonan Pilpres 2019: Menantang Gagasan Antikorupsi dan Demokrasi” di kantor ICW, Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (6/3/2018).

Donal menilai, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi tersebut memenuhi tiga syarat capres dan cawapres yang ideal menurut ICW.

Kriteria tersebut adalah harus sosok bersih dan negarawan, memiliki visi penegakan hukum dan demokrasi yang kuat dan konsisten, berani melawan mafia hukum dan mafia bisnis.

“Profesor Mahfud menurut saya salah satu di antara sedikit orang yang bisa memenuhi tiga kriteria itu,” ujar Donal.

Menanggapi hal ini, Mahfud bersyukur namanya masuk dalam bursa cawapres Jokowi.

“Tiba-tiba masuk, ya bagus juga perkembangan demokrasi, artinya suara lain dari mainstream itu bisa muncul, dari masyarakat seperti saya,” kata Mahfud di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/3/2018), dilansir anekainfounik.net dari Kompas.com.

Ia mengatakan bersedia menjadi cawapres Jokowi, tetapi tidak ingin terlalu aktif untuk menindaklanjutinya dan tak terlalu berharap akan hal tersebut. Mahfud mengatakan hanya menyerahkan sepenuhnya terhadap mekanisme yang ada di masing-masing parpol serta Jokowi sendiri. Dia tak mau mengulangi kisah kegagalannya menjadi cawapres Jokowi pada Pilpres 2014.

Sebab, kata Mahfud, pada akhirnya yang memutuskan siapa cawapres bagi Jokowi ialah partai koalisi pemerintahan dan Jokowi. Ia mempersilakan partai-partai mengolah namanya sebagai cawapres Jokowi.

“Saya juga bukan tidak mau karena kalau tak mau itu diartikan sombong. Pada akhirnya kita serahkan ke mekanisme, dan itu ada di tangan capres dan partai-partai nanti,” kata Mahfud.

Ia mengungkapkan telah menjalin komunikasi secara informal dengan partai-partai yang berada di koalisi pemerintahan. Namun, komunikasi tersebut, menurut Mahfud, tak dilakukan secara masif lantaran dirinya tak mau terlibat terlalu aktif dalam hal ini.

“Komunikasi informal ada, formalnya mereka nanti harus kongres atau apa, kan, gitu. Kalau informal itu artinya sambil bicara atau saling lempar bola, tetapi saya selalu katakan saya pada posisi pasif, tak aktif juga,” kata mantan Ketua Tim Pemenangan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa saat Pilpres 2014 itu.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: