//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Pria Ini Berhasil Jual Honda Astrea Grand 1991 Seharga Rp 80 Juta

Zubastian berpose bersama Honda Astrea Grand 1991 sebelum menjualnya

Zubastian berpose bersama Honda Astrea Grand 1991 sebelum menjualnya. (Kompas.com)

Anekainfounik.net. Satu unit Honda Astrea Grand lansiran 1991 tengah ramai diperbincangkan di jagat media sosial. Pasalnya, ada salah seorang yang disebutkan berani membayar motor tersebut seharga Rp 80 juta. Padahal, dipasaran sepeda motor bekas ini dibanderol Rp 3 jutaan.

Adalah pemilik akun instagram @zubastian.rachman yang harus melepas motor bebek tersebut. Dalam video yang ia unggah pada Jumat (9/3/2018), pembeli Astrea ini ialah orang bernama Dani.

Pada rekaman singkat itu, terlihat satu unit Astrea Grand tengah dinaikkan ke atas mobil pick-up. Motor yang sekilas berwarna hitam ini sebenarnya dibalut dengan cokla tua. Menurut rumor yang beredar, pilihan warna itu tergolong langka, meskipun di tahun 1990-an.

Yang menarik adalah plat nomornya yang berwana putih. TNKB tersebut menekankan bahwa motor ini masih baru. Bahkan tertera pajaknya hidup sampai September 2020.

Pemilik yang telah menjual motor tersebut diketahui bernama Zubastian Rachman, warga Bintaro, Tangerang Selatan. Menurut Tian, motor tersebut merupakan hasil restorasi dari motor bekas yang dibelinya seharga Rp 3,4 juta.

Motor dibeli dari seorang warga Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, sekitar tiga bulan silam. Menurut Tian, tujuannya membeli motor Astrea Grand bekas lawas dilatarbelakangi hobinya memodifikasi motor.

“Awalnya pengin lihat-lihat doang gimana sih kondisinya motor tahun 1991. Pergilah ke Tigaraksa. Setelah dibeli, motornya saya bawa sendiri pulang ke Bintaro. 2,5 jam naik motor dari sana sampai ke rumah,” kata Tian, Rabu (14/3/2018), seperti diberitakan Kompas.com.

Setelah motor sampai di rumahnya, Tian pun memulai rencananya. Perburuan suku cadang asli Astrea Grand pun dimulai. Tian menyebut sebagian besar suku cadang sudah diganti dengan yang baru. Satu-satunya bagian dari motor yang tidak diganti hanya sasis yang hanya dicat ulang.

Menurut Tian, suku cadang baru yang dibelinya seluruhnya original milik Grand. Suku cadang dibeli lewat situs-situs jual beli online. Tian mengatakan, hampir semua suku cadang yang dibelinya didapat di Indonesia, kecuali lampu depan dan besi pegangan bagian belakang yang dibelinya dari seseorang di Malaysia.

Setelah semua terkumpul, Tian mulai mengganti satu per satu suku cadang yang lama dengan yang baru. Saat proses pengerjaan, Tian dibantu mekanik dari bengkel Kembar Racing Team yang masih berlokasi di seputaran Bintaro.

“Biaya total sekitar Rp 30 juta. Sama ongkos bongkar pasang sekitar Rp 1,5 juta,” ujar Tian.

Tian enggan membeberkan siapa orang yang telah berani membayar motornya itu hingga seharga Rp 80 juta. Ia menyebut orang tersebut merupakan teman dekatnya.

“Saya jualnya Rp 75 juta, tapi dibayarnya Rp 80 juta,” ujar Tian.

Menurut Tian, tujuannya membungkus jok dan memasang pelat warna putih hanya untuk iseng. Tujuannya agar seolah-olah motor tersebut tampak seperti baru dibeli dari diler Honda.

“Lagian pelat putih, kan, tidak ada juga buat motor. Adanya mobil. Itu buat gaya-gayaan supaya terlihat baru keluar dari diler. Padahal, restorasi semua,” pungkas Tian.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: