//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Pernah Jadi Penasehat FPI, Hakim Artidjo Alkostar Akan Tolak PK Ahok?

Artidjo Alkostar dikabarkan pernah menjadi penasehat FPI

Artidjo Alkostar dikabarkan pernah menjadi penasehat FPI. (Tribunnews.com)

Anekainfounik.net. Kamis (15/3/2018), Mahkamah Agung (MA) mengumumkan Hakim Agung Artidjo Alkostar sebagai pimpinan sidang PK atas kasus penodaan agama yang melibatkan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Selain Artidjo, MA juga menunjuk Hakim Agung Salman Luthan dan Sumardijatmo untuk menangani PK kasus yang membuat Ahok divonis 2 tahun penjara ini.

Artidjo menjadi hakim agung melalui jalur non-karir setelah ditawari oleh Menteri Hukum dan HAM saat itu Yusril Ihza Mahendra. Mulanya Artidjo menolak dengan alasan dunia peradilan hitam di matanya karena sering ada praktek suap-menyuap.

Namun berkat saran dari seorang kyai di Madura, Artidjo akhirnya bersedia mengikuti fit and proper test hingga akhirnya terpilih menjadi seorang hakim agung.

Selama ini, Artidjo dikenal sebagai salah satu hakim yang paling disegani di Indonesia. Ia terbiasa menangani kasus-kasus berat, seperti korupsi yang melibatkan pejabat dan politisi top negeri ini. dan dengan tegas dia memberikan hukuman yang berat atau menambah hukuman kepada para koruptor tersebut.

Nama pertama adalah Angelina Sondakh yang merupakan politikus Partai Demokrat. Mulanya hakim membacakan tuntutan hukuman penjara selama empat tahun enam bulan. Namun oleh Artidjo hukumannya diperberat menjadi 12 tahun. Begitu juga dengan politisi Partai Demokrat seperti Sutan Bhatoegana, Anas Urbaningrum, dan Muhammad Nazaruddin yang dihukum lebih berat dari apa yang telah dibacakan oleh hakim.

Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang telibat kasus korupsi daging sapi, Luthfi Hasan Ishaq dijatuhkan hukuman penjara 18 tahun setelah sebelumnya hanya divonis 16 tahun penjara. Mantan Gubernur Riau juga divonis 14 tahun penjara setelah sebelumnya hanya dituntut 10 tahun penjara. Hal serupa juga terjadi kepada mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah yang divonis tujuh tahun penjara setelah sebelumnya hanya dituntut empat tahun penjara.

Karena jejak rekam Artidjo ini, tak sedikit terdakwa yang mencabut permohonan kasasi mereka saat mengetahui akan ditangani Artidjo. Selanjutnya muncul pertanyaan, apakah PK Ahok akan dikabulkan oleh Artidjo?

Namun netizen meragukan ketegasan Artidjo karena jejak digital menunjukkan dia dekat dengan Front Pembela Islam (FPI), ormas yang selama ini dikenal berseberangan dengan Ahok.

Dilansir anekainfounik.net dari Tribunnews.com, pada Maret 2014, Artidjo disebut sebagai penasihat FPI.

“Hal tersebut disampaikan Ketua Umum FPI, Muhammad Rizieq Shihab, dalam acara Fenomena Artidjo Alkostar ‘Harapan Penegakan Hukum’ di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (4/3/2014).

“Beliau kawan lama saya, kami berhubungan dekat ketika saya mendirikan FPI. Beliau mendengar tingkah laku FPI yang digambarkan media ganas, garang, mengambil alih tugas polisi, dan seterusnya. Beliau bukan mudah sebagai korban penyesatan opini media. Beliau selalu konfirmasi,” ujar Rizieq.

Saat itu, lanjut dia, Artidjo berdiskusi panjang selama berjam-jam dengan FPI. Artidjo, kata Rizieq, memberikan berbagai macam kritikan kepada FPI.

“Beliau datang ke Petamburan (markas FPI) bicara berjam-jam. Beliau kritik FPI secara langsung dan beliau memberikan solusi. Kami meminta beliau sebagai penasehat hukum dan memberikan pendidikan penyadaran hukum bagi pengurus FPI selama berbulan-bulan,” ungkap Rizieq.

FPI pun meminta Artidjo memimpin Departemen Hukum dan memberikan pendidikan hukum. Rizieq pun mengaku mereka menjadi paham mengenai KUHAP dan Konstitusi. Padahal sebelumnya, FPI belum memahaminya.

Kemesraan FPI dan Artidjo tidak berlangsung lama karena Artidjo dipomosikan menjadi hakim agung. “Kebanggaan pada kami orang yang dekat pada kami untuk bisa duduk di sana. Mudah-mudahan bisa memimpin MA,” katanya.”

Jejak digitalnya adalah cuitan Artidjo lewat akun Twitter. Artidjo menulis tagar #KenapaAhokDibela seolah-olah mengisyaratkan Ahok tak perlu dibela dalam kasus dugaan penistaan agama. Cuitan itu diunggah merespon jawaban Mahfud MD atas pertanyaan netizen mengenai pemantauan terhadap jaksa dalam kasus Ahok.

Netralitas Artidjo pun diragukan akibat cuitan di atas. Karena sejak awal, dia dianggap sudah memiliki persepsi bahwa Ahok bersalah sebelum ditunjuk menjadi ketua majelis hakim PK Ahok.

Bagaimana menurut Anda?

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: