//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Polisi Ancam Ancam Pidanakan Penyebar Hoax “Telur Palsu” di Medsos

Akun Facebook penyebar hoax telur palsu

Akun Facebook penyebar hoax telur palsu

Anekainfounik.net. Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto meminta masyarakat berhenti menyebarkan informasi soal telur palsu jika tidak penyebarnya terancam dijerat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Belakangan ini memang viral video di media sosial yang mengatakan ada telur palsu yang terbuat dari plastik. Salah satu yang menyebarkan adalah akun Facebook di bawah ini.

“Jangan unggah ke medsos karena ada UU ITE. Siapa orang yang mengunggah berita palsu, dia diancam hukuman maksimal enam tahun penjara,” ujar Setyo di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Jumat (16/3/2018).

Menurut Setyo, Kementerian Pertanian sudah menyatakan bahwa isu tersebut tidak benar. Selain itu, pihaknya sudah melakukan penelitian di lapangan dan laboratorium untuk membuktikan hal itu.

“Tidak ada namanya telur palsu, sudah diuji di laboratorium IPB. Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Peternakan juga sudah lakukan pengujian lab dan on the spot tidak ada telur palsu,” kata Setyo.

Setyo mengatakan, pihaknya telah mendorong pengawasan Satgas Pangan di daerah yang dipimpin masing-masing direktur reskrimsus polda. Polri mengedepankan upaya persuasif kepada masyarakat yang menyebarkan konten hoaks soal telur palsu. Polisi juga akan mencaritahu motif orang-orang yang menyebarkan info tersebut.

“Jadi, jangan biasa mengunggah kalau kita tidak tahu. Kita sebarkan saja bisa kena,” kata Setyo.

Kepala Satuan Tugas Pangan itu menyatakan, media memiliki peran untuk mengedukasi masyarakat soal itu. Sebab, sebagian masyarakat meyakini isu telur palsu itu benar. Hal tersebut tentu akan menimbulkan keresahan masyarakat.

“Konsumen jadi tidak yakin, jadi ragu saat mau beli di pasar atau toko. Ini juga merugikan para peternak ayam petelur,” kata Setyo.

Isu hoaks itu, kata Setyo, bisa memengaruhi tingkat konsumsi telur yang terbilang rendah. Berdasarkan data, rata-rata orang memakan telur 10,44 kilogram per tahun. Perbulan tidak sampai 1 kg telur.

“Kalau dihantam dengan isu telur palsu, hal itu akan menurunkan konsumsi perkapita. Juga akan menghantam industri peternakan ayam petelur,” kata dia.

Di kesempatan yang sama, Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Syamsul Ma’arif menjelaskan sangat tidak mungkin telur dipalsukan. Apalagi pemalsuan dengan membuat telur dari bahan baku plastik.

Harga telur asli saat ini, ucapnya, jauh lebih murah dibandingkan harga bahan baku plastik untuk membuat telur palsu. Dia juga mempertanyakan teknologi apa yang bisa digunakan untuk membuat hal semacam itu.

Syamsul berucap telur yang berbentuk aneh dalam video-video yang viral belakangan ini adalah telur asli. Hanya saja ada perubahan bentuk akibat sudah tidak dalam kondisi prima lagi.

“Kemungkinan paling besar yang dikatakan itu bentuk kuningnya lembek, putihnya cair, itu karena terlalu lama usia telurnya jadi daya konsistensi telur menurun,” ujar Syamsul.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Agen Bola
Iklan
%d blogger menyukai ini: