//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Amien Rais Sebut Jokowi Bagi-bagi Sertifikat Tanah Hanyalah Kebohongan

Amien Rais kembali menyerang Jokowi

Amien Rais kembali menyerang Jokowi. (Istimewa)

Anekainfounik.net. Ketua Majelis Kehormatan PAN Amien Rais kembali melakukan ‘framing’ opini negatif terhadap kinerja Presiden Jokowi. Kali ini, mantan Ketua MPR tersebut menuding program bagi-bagi sertifikat yang dilakukan Jokowi merupakan suatu kebohongan.

Tuduhan tersebut dikatakan pria berusia 73 tahun tersebut saat menjadi pembicara dalam diskusi ‘Bandung Informal Meeting’ yang digelar di Hotel Savoy Homman, Jalan Asia Afrika, Bandung, Minggu (18/3/2018), seperti dilansir anekainfounik.net dari Detikcom.

“Ini pengibulan, waspada bagi-bagi sertifikat, bagi tanah sekian hektar, tetapi ketika 74 persen negeri ini dimiliki kelompok tertentu seolah dibiarkan. Ini apa-apaan?” kata Amien.

Amien juga berbicara soal PKI yang belum lama ini sempat disinggung Jokowi. Dia menyebut ada unsur pembangkitan PKI dalam pemerintahan Jokowi.

“Pemimpin (Jokowi) mengatakan tahun 1965 baru 4 tahun mana ada PKI balita. Memang enggak ada, tapi kenapa rezim ini memberikan angin membangkitkan PKI,” katanya.

Amien mengatakan saat ini merupakan zaman antara ucapan dan kenyataan tidak sejalan. Sehingga dia menilai warga cenderung ditipu oleh pemerintah.

“Kita mengalami satu zaman antara omongan dan kenyataan jaraknya makin jauh. Kita sedang hidup di mana ada penipuan, pengalihan fokus dan pembodohan yang melakukan kadang-kadang dari yang tinggi,” kata dia.

Selain itu, Amien juga menuding ada ‘sandiwara’ dibalik pengungkapan kasus penyiraman terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Sebab hingga saat ini, kasus tersebut belum terungkap.

“Kita sedang menyaksikan sandiwara hukum yang memuakkan,” ucapnya.

Amien mengungkapkan ‘sandiwara’ tersebut merujuk ketika Polri hingga saat ini belum bisa mengungkap kasus penyiraman Novel. Menurut Amien, hal itu berbanding terbalik dengan pengungkapan kasus teroris yang begitu cepat dilakukan Polri.

“Dulu ketika saya ketua MPR, saya memuji waktu bom bali 2002 dalam hitungan hari bisa ungkap dan menangkap pelakunya sekaligus. Sehingga CIA memuji polisi Indonesia hebat. Lalu bom JW Marriot, bilangan hari tertangkap. Tapi Novel Baswedan, hari 149, polisi angkat tangan. Sulit sekali katanya,” ungkap Amien.

Amien mengatakan banyak pihak termasuk kaum intelektual berharap agar dibentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF). Namun ia justru heran, TGPF masih belum diperlukan.

“Jadi memang tidak ada penyelesaian. Sudah hampir setahun bilangnya belum perlu (TGPF). Semakin lama, makin nggak karuan. Karena itu mungkin kita harus kenceng. Andai kata istana mau buka pintu 20 menit untuk ketemu Ratna (Sarumpaet), sampaikan ‘Pak Jok jangan sandiwara’ dipanggil Kapolrinya,” canda Amien.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Agen Bola
Iklan
%d blogger menyukai ini: