//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Pembobol BPD di Sulsel Rp 41 M Ditangkap Usai Buron 8 Tahun

M Tahir Karim saat diamankan tim kejaksaan

M Tahir Karim saat diamankan tim kejaksaan. (Detikcom)

Anekainfounik.net. M Tahir Karim, mantan Kepala BPD Sulsel cabang Pasang Kayu akhirnya ditangkap setelah menjadi buronan selama 8 tahun. Ia diduga terlibat kredit fiktif Rp 41 miliar dengan merekayasa proyek fiktif di Dinas Pekerjaan Umum (PU), modus mengambil pinjaman uang kredit di Bank BPD Sulsel tahun 2006/2007.

Tahir dieksekusi di sebuah rumah di Kecamatan Panakukang, Makassar. Dia dieksekusi tim intel kejaksaan Sabtu (17/3) sekitar pukul 20.00 WIB.

“Terpidana ditangkap di Makassar dan telah dieksekusi tim Intel Kejati Sulsel dan Kejari Mamuju,” ujar Jamintel Kejagung Jan S Marinka, Minggu (18/3/2018), dilansir anekainfounik.net dari Detikcom.

Tahir sebenarnya sudah diadili oleh pengadilan hingga putusannya berkekuatan hukum tetap pada tahun 2009. Di tingkat kasasi, MA menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 6 tahun berikut pidana denda sebesar Rp300 juta.

Namun, saat mau dieksekusi pada tahun 2010, Tahir melarikan diri dan berhasil ditangkap 8 tahun kemudian. Ia kini langsung dijebloskan ke dalam sel tahanan Kejari Makassar, sebelum di tempatkan di rutan Sulbar.

Dimana dalam kasus ini ada 9 tersangka, namun baru 2 DPO yang kemudian diamankan, termasuk satu diantaranya adalah Tahir.

Tahir dalam aksinya tidak sendirian. Pembobolan itu melibatkan pegawai lainnya di BPD Sulsel cabang Pasangkayu pada 2004 silam. Dikutip dari putusan kasasi, modusnya dengan menyuruh salah seorang karyawan membuat permohonan kredit kerja jasa kontruksi ke BPD Sulsel. Proyek itu di bawah Dinas Pekerjaan Umum (DPU) setempat.

Kredit fiktif itu dibuat atas nama 22 orang, dengan puluhan perusahaan fiktif. Bahkan ada salah satu pemohon kredit memiliki 42 CV dan mendapatkan kucuran Rp 12 miliar.

Nah, seharusnya permohonan kredit fiktif itu harus dilakukan dengan ketat sesuai prosedur. Salah satunya peninjauan ke lokasi untuk menjamin kebenaran jaminan itu.

“Tetapi dalam kenyatannya, tidal dilakukan peninjauan ke lokasi proyek sebagaimana tercantum dalam Surat Perintah Mulai Kerja (SPMMK),” ujar jaksa dalam dakwaannya.

Meski tidak sesuai prosedur, bawahan langsung meneruskan persetujuan ke Tahir. Pengucuran kredit ini dilakukan tanpa melalui rapat Loan Commitee. Rekayasa berkas sedemikian rupa itu berhasil lolos dan uang kas bank bobol.

Lantas, ke mana saja pelarian Tahir selama 8 tahun tersebut?

“Kita sudah tanyakan ke dia soal pelarian tapi dia belum mau bicara. Tapi nanti akan kita gali lagi sesampainya di Mamuju,” ujar Kajari Mamuju Andi Hamka.

Andi menambahkan, bukan tidak mungkin Tahir sempat melakukan pelarian ke luar negeri. Dia mengatakan, korupsi yang dilakukan Tahir bukanlah jumlah sedikit.

“Bukan tidak mungkin juga dia ke luar negeri mengingat korupsi di kasus itu kan Rp 41 miliar,” ucap Tahir.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: