//
Anda membaca...
Sejarah dan Politik

Tak Terima Anies-Ahok Dibandingkan, Taufik Tuding Dirut Dharma Jaya ‘Bermain’ di Pilgub DKI

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Gerindra, Mohamad Taufik

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Gerindra, Mohamad Taufik. (Tribunnews.com)

Anekainfounik.net. Wakil Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta dari Partai Gerindra, Muhamad Taufik balik menyerang Dirut Dharma Jaya, Marina Ratna Dwi Kusumajati dengan tudingan memainkan anggaran perusahaan untuk kepentingan politik praktis di Pilgub DKI 2017.

Respons Taufik ini lantaran tak terima seolah-olah Marina membongkar aib di pemerintahan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Saat menyatakan mundur, Marina membandingkan koordinasi satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di era gubernur Anies Baswedan dan sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) serta masalah dana subsidi daging tidak cepat cair.

“Mau mundur jangan ribet deh. Pakai curhat bandingkan dengan gubernur sebelumnya. Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) DKI harus mengaudit keuangan PD Dharma Jaya,” ucap Taufik.

Menurut Taufik, Dharmajaya mendapat Penyertaan Modal Daerah (PMD) Rp 98 miliar pada 2016, tapi pemasukan ke kas daerah hanya Rp 1,3 miliar di tahun itu.

“Makanya tak usah dihalangi. Silakan saja mundur. Tapi Anies-Sandi harus minta Marina menyerahkan data keuangan dan laba keuntungan sebelum mundur,” kata Taufik melalui sambungan telepon (17/3/2018).

Wakil Ketua DPRD DKI itu mengungkapkan penggunaan uang rakyat pada perusahaan plat merah itu harus dapat dipertanggungjawabkan secara transparan.

Bahkan Taufik akan berkoordinasi dengan pimpinan dewan untuk meminta ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengaudit keuangan sejak 2013-2017.

“Selain BPK, Anies juga bisa minta audit independen dan tidak terkait kepentingan internal perusahaan,” jelas Taufik.

Menurut Taufik, seharusnya kucuran PMD bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan laba perusahaan, sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada warga ibu kota.

Namun, Taufik menuding Marina menggunakan dana PMD untuk kepentingan politik praktis mendukung Ahok.

“Saya tak akan jelaskan politik praktis sepreti apa. Tetapi saat Pilgub 2017, warga Jakarta tahu bagaimana Dharma jaya berikan daging,” tegas Taufik.

Bahkan Taufik menegaskan terjadi pergeseran peran dan fungsi perusahaan plat merah itu di era Marina. Antara lain dilakukan dengan cara mengenakan retribusi kepada himpunan pengusaha daging yang hendak menyembelih sapinya di Dharma Jaya dan menaruh sapinya di kandang milik BUMD itu.

Retribusi itu, kata Taufik, dikenakan sebagai biaya sewa penggunaan kandang dengan kisaran Rp 300.000 hingga Rp750.000/ekor/malam.

“Biaya inilah yang membuat harga daging yang dipotong di Dharma Jaya menjadi lebih mahal ketika dilepas ke pasaran,” ungkap Taufik.

“Jangan main buka-bukaan deh. Kami, akan minta audit pokoknya,” jelas Taufik.

Taufik juga mempertanyakan bagaimana kejelasan dengan Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Provinsi Jawa Timur, soal kerja sama daging sapi potong.

“Belum jelas tuh sampai sekarang. Padahal PMD sudah cair pada 2016,” ungkapnya.

“Apakah Dharma Jaya jual daging segar? Tidak. Selama ini daging beku atau tak segar. Jangan, hanya klaim ada daging segar,” ucap Taufik.

Taufik pun mengatakan bahwa Dirut Dharma Jaya sebaiknya segera mengundurkan diri saja. Apalagi Taufik melihat PD Dharma Jaya tak ada perkembangan selama dipegang Marina.

“Selama dia (Marina) mimpin enggak ada upaya murni dari dia. Yang ada semua disokong PMP terus. Sudahlah segera mundur biar diganti yang lebih profesional. Dari dulu saya juga menyangsikan kemampuannya untuk dapat membesarkan dharmajaya,” kata Taufik.

Sebelumnya, mengaku gerah karena dana subsidi daging tidak cepat cair. Marina mengajukan permohonan pengunduran diri karena kesulitan berkoordinasi dengan jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lainnya.

“Kerja sama dengan SKPD tuh beda seperti Gubernur yang lama. Saya sih sangat mencintai Dharma Jaya, saya ingin Dharma Jaya baik, saya ingin juga anak-anak Dharma Jaya berubah,” kata Marina saat dihubungi, Kamis (15/3/2018).

Sementara itu, Anies tak mempersoalkan jika Marina mengajukan permohonan pengunduran diri. Menurutnya, tidak ada orang yang tak bisa digantikan.

“Tidak ada orang yang tidak bisa diganti. Tidak ada orang yang tidak bisa diganti. Tidak ada orang yang irreplaceable (tak tergantikan), everyone is replaceable. Mundur boleh, nggak mundur boleh, silakan. Be professional,” kata Anies di Intiland Tower, Jl Jend Sudirman 32, Jakarta Pusat, Jumat (16/3/2018).

“Kalau memang mundur, mundur sajalah, nggak usah pakai ancam-ancaman. Mundur saja,” ujar Anies.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: