//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Paksa Pasang Cincin ke 6 Cewek Cantik, Pria di Bandung Ini Ditangkap

David Timotius Tantosa paksa cincin ke wanita cantik

David Timotius Tantosa paksa cincin ke wanita cantik. (Detikcom)

Anekainfounik.net. David Timotius Tantosa (25) ditangkap usai memaksa pasang cincin ke jari seorang mahasiswi. Gara-gara ulah pemuda tersebut jari sang mahasiswi nyaris diamputasi. Cincin sempat sulit dilepas. Apa alasan David melakukan hal itu?

David mengaku sengaja menyasar wanita cantik untuk dipasangkan cincin. Dia enam kali beraksi memasang cincin kepada enam wanita tak dikenal di sejumlah mal ternama di Bandung. Tribun Jabar malah menyebut korban David sudah mencapai 9 orang. Tercatat David pernah melakukan satu kali di Mal Paskal, satu kali di Mal Bandung Indah Plaza dan empat kali di mal Istana Plaza.

“(Target) wanita yang cantik sih,” kata David di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin (19/3/2018), dilansir anekainfounik.net dari Detikcom.

Ia berdalih kepada perempuannya ingin mencoba cincin kawin untuk latihan melamar pacarnya.

“Saya pilih perempuan yang cantik, saya bilang saya mau latihan melamar pacar saya dan latihan drama, ‘maukah kamu menerima ‎cincin ini’,” ujar David menirukan apa yang ia katakan pada korbannya.

Dia selalu kabur usai berhasil memasang paksa cincin berbahan metal kepada jari targetnya. David mengaku saat ini tengah ikut dalam kelompok drama. Kelompoknya akan pentas dan ia menjadi pemeran utama.

Dalam drama tersebut, menurut dia, terdapat adegan harus memasangkan cincin kepada seorang wanita. Alasan itu menjadi motif David nekat mengincar wanita dan memasangkan paksa cincin.

Selain dari drama, ia juga mengaku terinspirasi dari sinetron.

“Saya terinspirasi setelah nonton sinetron di televisi,” ucap David.

Adegan dalam sinetron yang disiarkan salah satu stasiun televisi membuat David ingin mencoba. Apalagi dihadapkan dengan pentas drama yang akan dilakoninya pada bulan depan. Sehingga ia merasa harus berlatih dengan mencari perempuan secara acak untuk dipasangkan cincin.

“Di pentas drama itu saya dapat peran utama. Memang ada adegan pasang cincin seperti di sinetron. Makanya saya coba,” kata dia.

Aksi terakhir dilakukan David pada seorang mahasiswi bernama Shelma (21) di mal Jalan Pajajaran, Bandung pada Senin (12/3) lalu. Pria yang masih berstatus mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Bandung itu bertemu Shelma yang sedang berjalan bersama temannya.

“Saya ajak kenalan. Terus minta untuk memasangkan cincin. Awalnya cincin enggak sampai masuk, baru setengah. Tapi saya masukin sampai ke dalam,” kata David.

Akibat aksinya, Shelma mengalami luka di jari manis lengan kirinya. Kasus itu akhirnya dilaporkan ke polisi. Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo bahkan langsung memimpin penangkapan dalam waktu tak lama usai kejadian. David dijerat pasal 351 ayat 2 KUH Pidana atau penganiayaan yang membuat luka berat.

“Ini merupakan salah satu bentuk penganiayaan. Korban bisa mengalami cacat hingga amputasi,” ujar Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP M Yoris Maulana.

Di sisi lain, Shelma pun mengalami trauma. Pasalnya usai dipasangkan cincin oleh David, jari manis lengan kirinya luka. Ukuran cincinnya lebih kecil dibanding jarinya sehingga tidak bisa dibuka. Ia harus mendatangi tiga rumah sakit untuk membukanya. Bahkan salah satu rumah sakit menyatakan jarinya terancam diamputasi karena cincinnya tak bisa dibuka.

Beruntung, cincinnya berhasil dilepaskan oleh dokter rumah sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menggunakan alat seperti tang.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: