//
Anda membaca...
Hukum dan Peristiwa

Gara-gara Curhat Gagal Naik Haji, Artis Lyra Virna Jadi Tersangka UU ITE

Lyra Virna jadi tersangka UU ITE

Lyra Virna jadi tersangka UU ITE. (Istimewa)

Anekainfounik.net. Penyidik Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya pun menetapkan artis Lyra Vrna sebagai tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik dalam UU ITE setelah mediasi antara wanita berusia 37 tahun tersebut dengan Lasty, selaku pemilik ADA Tour and Travel, berakhir buntu.

“Iya sudah ditingkatkan sebagai tersangka,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dihubungi, Selasa (20/3/2018), dilansir anekainfounik.net dari Detikcom.

Argo mengatakan penetapan tersangka tersebut dilakukan setelah penyidik melakukan gelar perkara. Polisi menegaskan penetapan tersangka Lyra berdasarkan alat bukti.

“(Penetapan tersangka berdasarkan) dua alat bukti yang cukup sesuai KUHAP,” kata Argo.

Dua alat bukti itu di antaranya keterangan saksi dan ahli. Polisi juga memiliki bukti surat dalam kasus tersebut.

Lyra sebelumnya merencanakan pemberangkatan haji menggunakan jasa tour and travel tersebut. Namun kemudian, dia membatalkan dan meminta uangnya dikembalikan lalu ia curhat di Instagram.

“Di media sosial Instagramnya Lyra itu berisi kata-kata ‘kenapa saya pilih Travel ini buat haji? Kenapa ga di cek dlu dll? Gmn bisa ketipu mulut manisnya? dan kyk apa sih orgnya si lasti ini? Insyaallah akan di post jika bulan april yang dijanjikan pelunasan pengembalian dana nya mangkir lagi’,” kata Argo menyebutkan curhatan Lyra Virna.

Padahal, menurut Lasty, Lyra yang membatalkan untuk keberangkatan haji tahun 2016 dengan alasan masalah keluarga.

“Dan pelapor sudah mengembalikan sebagian dari uang yang telah disetorkan terlapor,” ujar Argo.

Lyra dijerat dengan Pasal 27 ayat 3 jo Pasal 45 ayat 3 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE. Belum diketahui apakah selanjutnya Lyra akan ditahan atau tidak.

Pengacara Lyra, Razman Arief Nasution, mengatakan kliennya dilaporkan atas tuduhan pencemaran nama baik melalui media elektronik (ITE). Padahal, menurut Razman, kliennya itu hanya mencurahkan keluh kesahnya mengenai penarikan uang dari travel agent yang belum sepenuhnya dikembalikan oleh penyelenggara.

“Klien saya mendapat panggilan kedua kemarin, menurut penyidiknya sudah naik statusnya ke penyidikan. Kata saya, kalau sudah naik penyidikan, berarti (Lyra) tersangka dong, kata penyidiknya, ‘Iya Bang,'” jelas Razman, Selasa (10/10/2017).

Razman mengatakan keluhan Lyra di media sosial itu bukan tanpa sebab. Selain pengembalian uang haji yang molor, Razman mengatakan biro tour and travel itu disebut bermasalah.

“AT itu belum punya izin dari Kemenag, dia baru mendapatkan izin dari Dinas Pariwisata Bekasi saja,” tutur Razman.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: