//
Anda membaca...
Olahraga

Didenda PLN Hampir Rp 1 M, Pemilik Kos di Kebon Jerok Lapor Polisi

Pengacara YR, Anton Widodo di Polda Metro Jaya

Pengacara YR, Anton Widodo di Polda Metro Jaya. (Kompas.com)

Anekainfounik.net. YR, pemilik kos di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, melaporkan PLN ke Polda Metro Jaya karena dituduh melakukan pencurian listrik dan harus membayar denda Rp 968,9 juta.

Pengacara YR, Anton Widodo menceritkan kronologi kejadian menurut pihaknya. Hal ini bermula ketika kabel listrik kos kliennya mengeluarkan percikan api pada Oktober 2016.

“Saat itu, Boby yang merupakan penjaga kos YR menghubungi call center PLN, tetapi tidak ada sambungan. Warga setempat menyarankan Boby menghubungi YM, polisi di kawasan tersebut yang biasa mendampingi petugas PLN saat ada gangguan,” ujar Anton di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (23/3/2018), dilansir anekainfounik.net dari Kompas.com.

Kemudian YM datang ke kos tersebut dengan mengajak dua orang berseragam PLN, yang mengaku sebagai petugas Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) PLN. Kepada Boby, petugas mengatakan, kabel kos harus diganti karena kondisinya sudah lapuk.

“Nah, pada saat itu, YM ini juga menawarkan bantuan kepada Boby untuk mengurus penambahan daya listrik,” katanya.

Mendengar tawaran itu, Boby langsung menghubungi YR untuk meminta persetujuan penambahan daya.

“Karena yang menawarkan adalah anggota polisi yang dipercaya warga, YR setuju melakukan penambahan daya dan mentransfer Rp 10 juta sebagai biaya awal penambahan daya dari total Rp 15 juta yang diminta,” tutur Anton.

Setelah dilakukan penambahan daya, terpasang 5 Kwh meter token dan 1 Kwh meter pasca bayar di kos YR. Sebelumnya di kos tersebut terpasang box meter sistem token sejak tahun 2007.

“Enam bulan kemudian, tepatnya pada 29 April 2017, datang 20 petugas PLN dan 2 orang polisi melakukan razia listrik. Klien kami dituduh mencuri aliran listrik dan didenda hampir Rp 1 miliar,” ucapnya.

Merasa tidak bersalah, YR menolak membayar denda. Akibatnya, sambungan listrik kos tersebut diputus. Hampir setahun belakangan, YR menyewa genset untuk menunjang kebutuhan listrik penghuni kos.

Dana yang dikeluarkan YR untuk menyewa dua genset sebesar Rp 40 juta per bulan. Biaya itu belum ditambah pembelian solar sebesar Rp 1,5 juta-Rp 2 juta per harinya.

“Pemasangan genset sudah berjalan sekitar 11 bulan,” ujar Anton

Anton berharap agar PLN bisa kembali memasang listrik tersebut. Hal itu dikarenakan ada dugaan “main-main” antara YM dan dua orang pekerja yang mengaku sebagai petugas P2TL tersebut. YR telah melaporkan YM ke Polda Metro Jaya. YR juga telah mengadukan PLN ke Ombudsman pada Maret 2017.

“Kami sudah mengadukan kasus ini kepada Ombudsman dan Bareskrim Polri. Kami juga telah melaporkan YM di Polda Metro Jaya dengan laporan polisi Nomor 2749/VI/2017/PMJ/Dit.Reskrim pada 7 Juni 2017. Kami merasa ada yang janggal dari proses peningkatan daya listrik itu,” ujar Anton.

Tanggapan PLN

Sementara, Deputi Manajer Komunikasi PLN Distribusi Jakarta Raya, Dini Sulistyawati enggan menanggapi pelaporan yang yang dilakukan YR. Dini mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait pencurian listrik yang sebelumnya dituduhkan PLN kepada YR.

“Sampai saat ini belum ada panggilan dari kepolisian ke PLN untuk kasus ini. Saya sudah konfirmasi ke bidang hukum kami. Masih dalam penyelidikan (polisi),” ujar Dini saat dikonfirmasi, Sabtu (24/3/2018).

Dini mengatakan akan menunggu hasil penyelidikan untuk mengetahui langkah selanjutnya yang akan diambil.

“Kami tetap menunggu hasil penyelidikan, biar nanti diputuskan dari hasil investigasi,” ujar Dini.

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: